Guru Diharapkan Jadi Role Model Edukasi Gizi melalui Makan Bersama Siswa
- 09 Sep 2026 16:32 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- BGN dorong guru terlibat aktif makan bersama siswa MBG bukan sebagai penerima manfaat, tapi sebagai edukator dan teladan kebiasaan makan sehat.
- Karo Hukum Humas BGN Khairul Hidayati: guru contoh langsung cara menikmati makanan bergizi, kenali komposisi, jaga kebersihan, dan jadi lapisan terakhir pastikan makanan aman.
- MBG bukan hanya pemberian makan, tapi media pembelajaran gizi seimbang, disiplin dan karakter - literasi gizi guru diperkuat agar manfaat berlanjut jadi perilaku sehat harian.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong keterlibatan aktif guru dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di satuan pendidikan. Kehadiran guru saat makan bersama peserta didik tidak semata dimaknai sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai penguatan fungsi guru sebagai edukator sekaligus teladan dalam membangun kebiasaan makan sehat.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati mengatakan, keterlibatan guru dalam makan bersama siswa menjadi bagian penting dari proses edukasi langsung di lingkungan sekolah. Perilaku yang ditunjukkan guru di hadapan peserta didik dapat menjadi contoh yang lebih mudah dipahami dan diterapkan.
“Guru dapat memberikan contoh secara langsung tentang bagaimana menikmati makanan bergizi, mengenali komposisi makanan, menjaga kebersihan sebelum dan sesudah makan, serta membangun kebiasaan makan yang baik,” ujar Hida, sapaan akrab Khairul Hidayati.
Menurut Hida, MBG tidak berhenti pada penyediaan makanan bagi peserta didik. Program tersebut juga menjadi momentum untuk membangun pemahaman mengenai gizi seimbang, kebiasaan makan yang baik, kebersihan, kedisiplinan, serta karakter positif dalam kehidupan sehari-hari.
BGN menempatkan edukasi gizi sebagai elemen penting yang melengkapi pemberian makanan bergizi dalam pelaksanaan MBG. Anak-anak belajar bukan hanya dari apa yang disampaikan di kelas, tetapi juga dari apa yang mereka lihat dan lakukan setiap hari.
“Anak-anak belajar bukan hanya dari apa yang disampaikan guru di dalam kelas, tetapi juga dari apa yang mereka lihat dan lakukan setiap hari. Karena itu, guru dapat menjadi edukator pertama dalam implementasi Program MBG di sekolah,” ujarnya.
| Baca juga: Kreativitas Batik Menembus Era Digital |
Sebagai lapisan terakhir, guru turut memastikan makanan yang disantap siswa aman. Kehadiran guru dapat membangun suasana makan yang positif melalui edukasi gizi, seperti mengajak siswa mengenali komponen makanan yang tersedia, seperti sumber protein, sayur, buah, dan karbohidrat, sekaligus menjelaskan manfaatnya.
“Yang ingin kita bangun adalah kebiasaan. Anak-anak tidak hanya tahu bahwa makanan itu bergizi, tetapi memahami mengapa mereka perlu mengonsumsi makanan tersebut dan bagaimana membiasakan pola makan yang sehat. Guru memiliki peran penting untuk membantu proses itu menjadi bagian dari keseharian siswa,” tutur Hida.
Hida menegaskan, keterlibatan guru dalam MBG perlu dipahami sebagai bagian dari fungsi pendidikan, bukan semata sebagai tugas tambahan. Guru tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai pendidik, sementara aspek teknis dan administratif program di sekolah dilakukan melalui mekanisme yang telah ditetapkan.
Dengan pendekatan tersebut, BGN berharap pelaksanaan MBG dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Makanan yang diterima peserta didik tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi media pembelajaran untuk membentuk pengetahuan, sikap, dan perilaku hidup sehat.
Melalui penguatan peran guru sebagai edukator dan teladan serta penguatan literasi gizi bagi guru, BGN terus mendorong agar Program Makan Bergizi Gratis menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang mendukung lahirnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....