Badan Gizi Nasional Tutup sementara 1.999 Dapur MBG karena Belum Daftar SLHS
- 09 Sep 2026 17:21 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Kepala BGN Sudaryono (Mas Dar) tutup sementara 1.999 dapur SPPG MBG karena belum daftar Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sama sekali di Dinkes.
- Dari total 27.485 dapur disisir jadi 27.022 dapur, update Kemenkes per 7 September 17.00 WIB ditemukan 1.999 belum daftar SLHS - Rincian Wilayah 1: 351, Wilayah 2: 1.417, Wilayah 3: 231 dapur.
- Penutupan untuk investigasi lanjutan, SLHS syarat mutlak penyelenggaraan dapur MBG demi jaga kualitas, keamanan gizi dan keselamatan penerima manfaat.
RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN resmi menutup sementara 1.999 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia karena belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono. Pria yang akrab disapa Mas Dar itu menegaskan bahwa kepatuhan terhadap standar SLHS dan sanitasi adalah syarat mutlak yang tidak dapat ditawar dalam penyelenggaraan dapur MBG.
"Sebagaimana publik ketahui, syarat SLHS, sertifikasi laik higiene, dan sanitasi menjadi satu syarat mutlak dalam penyelenggaraan dapur yang menyelenggarakan Makan Bergizi Gratis," ujar Mas Dar.
Sudaryono menjelaskan, BGN terus melakukan penyisiran dan verifikasi ketat terhadap puluhan ribu dapur SPPG. Dari total awal 27.485 dapur, BGN melakukan penyisiran penetapan sementara menjadi 27.022 dapur.
Berdasarkan pembaruan data hasil koordinasi dengan Kementerian Kesehatan per 7 September pukul 17.00 WIB, ditemukan 1.999 dapur SPPG yang belum melakukan pendaftaran SLHS di Dinas Kesehatan setempat.
"Dapur-dapur sebanyak 1.999 ini tidak melakukan pendaftaran SLHS di Dinas Kesehatan masing-masing. Artinya, bukan mendaftar lalu syaratnya tidak dipenuhi, melainkan tidak melakukan pendaftaran sama sekali," tegasnya.
Setelah melalui proses konfirmasi dan evaluasi bertahap, BGN memutuskan untuk menutup sementara 1.999 dapur tersebut guna dilakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan keamanan pangan.
Adapun rincian 1.999 dapur SPPG yang ditutup sementara meliputi Wilayah 1 sebanyak 351 dapur SPPG, Wilayah 2 sebanyak 1.417 dapur SPPG, dan Wilayah 3 sebanyak 231 dapur SPPG.
"Pada hari ini saya nyatakan 1.999 dapur SPPG ini saya tutup untuk kemudian kami lakukan investigasi," ujar Sudaryono.
Langkah penutupan dan investigasi ini diambil sebagai komitmen BGN untuk menjaga kualitas, keamanan gizi, serta keselamatan seluruh penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis di Indonesia.
BGN menegaskan, dapur yang ditutup sementara tidak diperbolehkan beroperasi sampai proses investigasi dan pemenuhan SLHS selesai. Pemenuhan SLHS wajib melalui Dinas Kesehatan kabupaten/kota setempat sesuai standar Kementerian Kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....