Bulog Salurkan Bantuan Pangan Tiga Bulan di Surabaya

  • 12 Agt 2026 13:55 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Perum Bulog mulai menyalurkan Bantuan Pangan Pemerintah periode Juli, Agustus, dan September 2026 di Surabaya. Penyaluran diawali dari Kelurahan Lidah Kulon, Kecamatan Lakarsantri, Rabu, 12 Agustus 2026.

Setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) mendapatkan 30 kilogram beras sekaligus untuk tiga bulan. Di Surabaya, bantuan tersebut menyasar 184.313 PBP, sedangkan Jawa Timur mencapai 5.690.353 PBP.

Khusus Kelurahan Lidah Kulon, terdapat 495 PBP dengan total bantuan mencapai 14.850 kilogram beras. Secara nasional, bantuan pangan beras dialokasikan kepada sekitar 33,24 juta PBP dengan total sekitar 997,2 ribu ton.

Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kesiapan Bulog menjalankan penugasan pemerintah. Bulog berperan mulai dari penyediaan stok, pengelolaan logistik, hingga pendistribusian beras kepada PBP.

“Program Bantuan Pangan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi. Hari ini kami bersama Kepala Bapanas hadir langsung menyerahkan bantuan kepada masyarakat di Surabaya,” ujar Ahmad Rizal.

Ahmad Rizal menambahkan, Bulog memanfaatkan jaringan distribusinya di seluruh Indonesia untuk memastikan bantuan pemerintah sampai kepada masyarakat. Stok beras nasional yang memadai juga mendukung percepatan penyaluran bantuan pangan.

Direktur Pemasaran Perum Bulog Rahmanto Amin Jatmiko mengatakan, bantuan tiga alokasi bulan diberikan sekaligus sebanyak 30 kilogram. Pola tersebut lebih efisien sekaligus memudahkan masyarakat karena tidak perlu mengambil bantuan setiap bulan.

“Bapak Presiden memastikan bahwa negara hadir dan sangat memperhatikan kebutuhan masyarakat, terutama masyarakat yang sangat membutuhkan,” kata Rahmanto.

Rahmanto menjelaskan, data penerima ditetapkan berdasarkan data pemerintah, termasuk Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sasaran bantuan mencakup masyarakat pada desil satu hingga desil empat.

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, bantuan pangan merupakan tindak lanjut arahan Presiden. Pemerintah memastikan bantuan beras diterima masyarakat yang membutuhkan di seluruh Indonesia.

“Ini adalah arahan Bapak Presiden agar bantuan beras pemerintah dapat diterima oleh saudara-saudara kita yang membutuhkan di seluruh Indonesia. Targetnya bantuan ini dapat disalurkan secepatnya dan sampai kepada masyarakat,” ujar Amran.

Menurut Amran, bantuan tersebut disalurkan karena stok beras pemerintah melimpah sekaligus sebagai bentuk kepedulian Presiden kepada masyarakat. Ia menyebut stok beras nasional saat ini sekitar 5,2 juta ton.

“Dengan stok beras yang melimpah, ini merupakan bentuk kepedulian Bapak Presiden kepada rakyat Indonesia,” katanya.

Bagi penerima, bantuan tersebut turut meringankan kebutuhan rumah tangga. Samian Diah, warga Kelurahan Lidah Kulon, mengaku bersyukur karena beras bantuan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan makan keluarganya.

“Sangat senang karena bisa meringankan beban hidup. Baru kali ini dapat bantuan beras,” kata Samian. Sehari-hari, Samian bekerja sebagai petugas kebersihan di kawasan perumahan Citraland.

“Buat makan sendiri. Berasnya tidak dijual,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....