DPR RI Awasi Program MBG Pastikan Kualitas Gizi Anak Indonesia
- 03 Agt 2026 13:19 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - DPR RI terus mengawal pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo, Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan dengan baik. Salah satunya memastikan menu yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sesuai dengan standar gizi yang ditentukan.
Kabar masih adanya keracunan makanan, atau menu yang kurang lezat, menjadi atensi Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono. Agar kejadian serupa tidak terulang, Bambang Haryo meninjau salah satu SPPG yang ada di kelurahan Asemrowo, Surabaya, Senin 3 Agustus 2026.
"Saya ke SPPG Asomrowo, yang melayani sekitar 1.800 penerima manfaat setiap hari. Saya lihat dengan waktu yang tidak memberikan info lebih dulu. Ternyata bersih sesuai dengan SOP yang ada, mulai dari IPAL sampai dengan proses penyimpanan dan sebagainya," katanya.
Bambang Haryo juga mengecek langsung proses memasak makanan yang akan disajikan kepada penerima manfaat. Mulai dari proses penyajian, perhitungan nilai gizi, hingga rasa masakannya. Ia menilai, SPPG ini telah menjalankan sesuai SOP, bahkan memuji rasa makanan yang disajikan.
"Dan ini kalau kita lihat bisa-bisa melebihi daripada Resto Bintang 5 maupun mungkin Hotel Bintang 5 mereka bisa mesejajarkan. Ini tidak main-main dan saya juga langsung merasakan bagaimana rasa daripada masakannya, ternyata luar biasa," katanya.
MBG ini, lanjut Bambang Haryo, merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo dalam rangka meningkatkan kecerdasan anak anak Indonesia, untuk menuju Indonesia Emas 2045. Sehingga, Pemerintah terus mendorong pemanfaatan program ini, terutama bagi anak anak usia sekolah sebagai generasi penerus.
"Ini yang kita sangat mengharapkan, memang MBG ini bisa betul-betul jalan terus. Ini karena sangat dibutuhkan oleh siswa sekolah. Tolong diingat IQ rata-rata di Indonesia 78 sekian, dan ini butuh satu gizi yang cukup untuk mereka," ucapnya.
Sementara itu, pihak SPPG Asemrowo sempat terkejut dengan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Komisi VII DPR RI. Vera Andriana selaku Ketua Yayasan mengungkapkan, pihaknya tidak khawatir, karena keseharian yang dilaksanakan sudah sesuai SOP.
"Alhamdulillah responnya baik, dan kami juga bersyukur, tadi Bapak juga merasakan makanannya kita juga, terus responnya juga baik. Terima kasih banyak. Dari tempatnya, baik, terus habis itu makanannya juga direspon, terus IPALnya juga direspon baik," tuturnya.
Dijelaskannya, untuk menu sama saja antara anak sekolah maupun penerima 3B, yakni Bumil, Busui dan Balita nonPAUD. Hanya saja untuk porsinya yang berbeda, dibagi ukurtan besar dan kecil, sedangkan menu favoritnya adalah ayam dan telor.
"Cuman telur itu kadang-kadang ya bu, karena kan kita mengikuti aturan pemerintah bahwa satu minggu itu ada tiga kali. Kita mikir besok telur apa lagi ya, telur apa lagi. Kalau telurnya itu prosesnya harus bervariasi, biar gak bosan," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....