Dukung AstaCita Akademisi Ingatkan Pentingnya Penguatan Budaya Religius
- 03 Jul 2026 09:01 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID,Surabaya - Upaya memperkuat budaya religius sebagai bagian dari Visi Asta Cita Presiden mendapat dukungan dari kalangan akademisi di Surabaya. Misi ke-8 Asta Cita yang menitikberatkan pada penguatan nilai-nilai kerohanian, kerukunan antarumat beragama, serta pelestarian budaya dinilai menjadi langkah penting untuk membangun karakter bangsa di tengah tantangan kehidupan modern.
Dukungan tersebut disampaikan oleh Dr. Mochtar Lutfi, Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, dan Dr. Sunu Catur Budiyanto, dosen sastra di Universitas PGRI Adi Buana (UNIPA) Surabaya, saat dihubungi Pro1 RRI Surabaya melalui sambungan telepon, Kamis 2 Juli 2026. Keduanya menilai penguatan budaya religius perlu diwujudkan melalui kehidupan bermasyarakat yang berakar pada nilai-nilai luhur bangsa.
Dr. Mochtar Lutfi mengingatkan bahwa pesan-pesan budaya telah lama diwariskan oleh pujangga besar Jawa, Ki Ronggowarsito. Menurutnya, istilah Pasar Ilang Kumandange menggambarkan memudarnya budaya komunikasi yang dahulu menjadi ciri kehidupan masyarakat.
"Ki Ronggowarsito sudah berbicara Pasar Ilang Kumandange. Pasar merupakan tempat berkomunikasi antarpedagang dan pembeli. Walaupun tidak saling mengenal, komunikasi terjalin sangat lancar. Tetapi sekarang orang sibuk dengan dirinya sendiri, seolah tidak mau tahu dengan yang lain," ujarnya.
Ia juga menyoroti ungkapan Kali Ilang Kedunge yang menggambarkan kerusakan lingkungan akibat eksploitasi alam yang berlebihan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa manusia harus kembali menjaga keseimbangan antara alam dan kehidupan sosial.
"Kali menjadi dangkal karena banyak hutan digunduli dan eksploitasi alam dilakukan secara berlebihan. Semuanya harus sadar untuk kembali kepada moralitas yang tinggi dan kembali pada kehidupan yang religius," tegas Lutfi.
Sementara itu, Dr. Sunu Catur Budiyanto menilai masyarakat Indonesia saat ini mulai kehilangan akar budaya yang selama ini menjadi identitas bangsa. Ia mengatakan, kebangkitan budaya harus menjadi gerakan bersama agar generasi muda tidak tercerabut dari nilai-nilai luhur warisan leluhur.
"Budaya adiluhung dan budaya leluhur harus diajarkan kepada generasi muda. Budaya kebersamaan dan budaya religi akan menghapus sikap materialistik serta menghilangkan individualistik yang mulai berkembang di tengah masyarakat," kata Sunu.
Menurut Sunu, pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai budaya dan religius sejak usia dini. Tidak hanya melalui pembelajaran di sekolah dan perguruan tinggi, tetapi juga melalui keteladanan di lingkungan keluarga dan masyarakat sehingga nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kedua akademisi berharap penguatan budaya religius sebagaimana tertuang dalam Visi Asta Cita tidak berhenti sebagai program pemerintah semata, melainkan menjadi gerakan bersama seluruh elemen bangsa. Dengan menghidupkan kembali budaya gotong royong, kepedulian sosial, serta nilai-nilai religius, mereka meyakini karakter bangsa Indonesia akan semakin kuat menghadapi tantangan global.Rekomendasi judul 8 kata juga dapat saya buat jika diperlukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....