Stabilisasi Harga, SPPG di Jatim Wajib Beli Telor Peternak Tiga Kali Seminggu
- 05 Jun 2026 19:23 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memastikan akan menyerap telor para peternak. Dimana dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib membeli telor peternak tiga kali seminggu.
Komitmen tersebut dituangkan dalam kesepakatan bersama antara Pemerintah Daerah, Badan Gizi Nasional (BGN), serta Perwakilan Peternak. Kesepakatan tersebut ditandatangi langsung oleh Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak.
“Kami menyampaikan bahwa jika harga telur berada di kisaran Rp20.000–Rp20.500 per kilogram, maka peternak ayam petelur pasti akan mengalami kerugian. Dan telah ada komitmen bersama agar harga di tingkat peternak dapat diupayakan berada di kisaran Rp24.000 per kilogram,” ujarnya.
Emil menegaskan, kebijakan menyerap telor peternak oleh SPPG juga merupakan instruksi serta inisiatif dari Kepala BGN. Oleh karena itu, Pemprov Jatim akan mengawal dan memastikan komitmen tersebut dapat dilaksanakan di seluruh SPPG di Jatim.
“Kami tentu ingin ikut mengawal komitmen yang sudah kami sampaikan di hadapan beliau saat itu. Hal tersebut juga sudah kami laporkan kepada Ibu Gubernur,” ucapnya.
Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat Badan Gizi Nasional (BGN), Tengku Syahdana menegaskan, penyerapan telor peternak ini, turut membantu stabilisasi harga telor. Yakni dari BGN melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Tadi telah disepakati bahwa telur akan dibeli melalui koperasi peternak. Nantinya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan langsung membeli dari koperasi peternak dengan penambahan menu telur,” katanya.
Dalam kesepakatan ini, frekuensi penyediaan telur ditetapkan tiga kali dalam seminggu. Ia menilai, ini menjadi bagian penting dalam memberikan stimulus bagi penyerapan produksi telor dari Jatim, sebesar 8-10 persen.
“Jadi, masyarakat perlu memahami bahwa program Makan Bergizi Gratis mampu membantu ketika terjadi gejolak harga telur,” tuturnya.
Kebijakan tersebut disepakati usai dilakukan Rapat Koordinasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Telur Ayam Ras yang diselenggarakan oleh Dinas Peternakan Prov. Jawa Timur. Dan akan dilakukan evaluasi secara berkala, hingga harga telor dirasa stabil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....