Penguatan SDM Akademisi Surabaya Dukung Asta Cita
- 15 Mei 2026 23:34 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Kalangan akademisi di Surabaya menilai bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan, pelatihan kepemimpinan, serta kolaborasi dengan dunia industri merupakan implementasi nyata dari program Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Hal ini dinilai sejalan dengan poin keempat Asta Cita, yakni penguatan kualitas pendidikan dan pembangunan SDM unggul.
Penilaian tersebut disampaikan oleh para akademisi dalam sambungan telepon bersama Pro 1, Jumat 15 Mei 2026. Mereka menyoroti pentingnya pendekatan holistik dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cakap secara teori, tetapi juga tangguh dalam praktik dan kepemimpinan.
Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dr. Sholihin Fanani, menegaskan bahwa mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa harus mendapatkan keseimbangan antara pembelajaran teoritis di kampus dan pengalaman empiris melalui organisasi. Menurutnya, perpaduan kedua hal tersebut akan membentuk pola pikir kritis sekaligus kemampuan bertindak di lapangan.
“Kehidupan teoritis dan empiris harus dialami mahasiswa. Penggabungan keduanya membuat mereka lebih lengkap dalam berpikir dan bertindak. Ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pembelajaran, penelitian, dan pengabdian,” ujar Sholihin.
Senada dengan itu, Rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Dr. Untung Lasiyono, menyebut pelatihan kepemimpinan bagi mahasiswa dan siswa harus mencakup etika digital, kemampuan problem solving, public speaking, manajemen organisasi, serta penguatan karakter. Ia menegaskan bahwa keterampilan tersebut menjadi fondasi utama dalam menyiapkan generasi pemimpin masa depan.
Sementara itu, Kaprodi Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, Dr. Mochtar Lutfi, menjelaskan bahwa pelaksanaan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) menjadi salah satu upaya konkret membangun kemampuan manajerial mahasiswa. Melalui pelatihan berjenjang, mahasiswa dibekali kemampuan berpikir kritis dan menyusun prioritas dalam menyelesaikan persoalan.
Di tingkat sekolah, penguatan karakter juga dilakukan melalui Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). Program ini tidak hanya melatih kedisiplinan dan kepemimpinan, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap lingkungan, bangsa, serta kepatuhan terhadap aturan sebagai bekal mengisi posisi strategis dalam organisasi sekolah.
Guru Pariwisata SMK Satya Widya Surabaya, Rangga Galung Rihardika, menambahkan bahwa konsep “mix and match” antara pendidikan vokasi dan dunia industri menjadi strategi penting dalam menyiapkan lulusan adaptif di era digital. “Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui workshop keterampilan, penguatan kompetensi, hingga praktik kerja lapangan secara langsung. Langkah ini sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden RI dalam membangun SDM unggul yang siap menghadapi tantangan global,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....