Mentan: Stok Beras Nasional 5,3 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
- 13 Mei 2026 15:30 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah memperkuat upaya swasembada pangan nasional melalui forum diskusi kelompok terarah (FGD) bersama Menteri Pertanian RI sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman di Gudang Sewa BULOG Romokalisari, Surabaya, Rabu, 13 Mei 2026. Pemerintah memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman dengan cadangan lebih dari lima juta ton di gudang Perum BULOG. Dalam agenda itu, pemerintah menyoroti pentingnya penguatan distribusi, penyimpanan, dan pengelolaan stok pangan di tengah tantangan global dan perubahan iklim.
"Alhamdulillah, stok Kita saat ini 5,3 Juta Ton, tertinggi dalam sejarah. Mudah-mudahan bulan depan mencapai 5,5 Juta Ton" katanya.
FGD yang digelar di Gudang Romokalisari No. 39, Pergudangan Bumi Maspin, Komplek Bumi Maspion, Surabaya itu membahas strategi swasembada pangan berkelanjutan untuk penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja Menteri Pertanian ke Jawa Timur guna memastikan kesiapan stok pangan nasional dan memperkuat sinergi antarinstansi.
Mentan Amran juga berdialog dengan para pemangku kepentingan sektor pertanian terkait modernisasi alat mesin pertanian (alsintan), optimalisasi lahan rawa, hingga ketersediaan pupuk bagi petani. Menurutnya, sinergi pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha tani menjadi kunci percepatan swasembada pangan.
"Kesejahteraan Petani meningkat, ini sesuai data BPS." katanya.
Menteri Andi Amran Sulaiman juga mengklaim pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian Indonesia mencapai 5,7 persen atau tertinggi dalam 25 tahun terakhir. Menurutnya, pertumbuhan sektor pertanian mengalami lonjakan signifikan dibandingkan awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang saat itu disebut berada di angka 0,67 persen.
“PDB sektor pertanian pada saat pemerintahan Bapak Prabowo serah terima itu 0,67 persen. Sekarang itu naik 5,7 persen, tertinggi selama 25 tahun,” kata Amran.
Perum BULOG Kantor Cabang Surabaya turut memperkuat ketahanan pangan melalui optimalisasi Gudang Sewa Romokalisari di Komplek Bumi Maspion. Berdasarkan data per 12 Mei 2026, gudang tersebut menampung stok beras 3.610 ton dari total kapasitas 4.000 ton, dengan luas kawasan mencapai 1.342 meter persegi.
Gudang yang mulai digunakan sejak April 2026 itu masih memiliki sisa kapasitas sekitar 390 ton dan menjadi bagian strategi BULOG dalam menjaga distribusi serta ketersediaan pangan di Jawa Timur. Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Jawa Timur Langgeng Wisnu menyampaikan BULOG Jawa Timur telah menyewa 190 komplek pergudangan dengan total 223 unit gudang berkapasitas sekitar 650 ribu ton.
Saat ini sekitar 80 persen kapasitas gudang sewa tersebut telah terisi. “Kalau panen masih banyak, kita akan menyewa lagi,” ujarnya.
Secara keseluruhan, kapasitas gudang BULOG di Jawa Timur mencapai sekitar 1,7 juta ton, dengan 1,1 juta ton merupakan gudang milik sendiri. Adapun stok beras BULOG Jawa Timur per 13 Mei 2026 tercatat sekitar 1,3 juta ton.
Di sisi lain, pemerintah mempertahankan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram untuk melindungi petani dari penurunan harga saat panen raya. Berdasarkan data Bapanas hingga 10 Mei 2026, harga beras premium nasional tercatat Rp15.758 per kilogram, turun dibanding pekan sebelumnya Rp15.801 per kilogram. Sementara harga beras medium berada di angka Rp13.444 per kilogram dan masih dalam rentang Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....