Dampak Fatherless pada Tumbuh Kembang Anak

  • 03 Mar 2026 21:41 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Fenomena fatherlessness atau ketiadaan figur ayah, baik secara fisik maupun emosional, berpengaruh terhadap tumbuh kembang psikologis anak. Dalam program Beranda Asta Cita Pro 1 RRI Surabaya, Selasa, 3 Maret 2026, psikolog Dra. Jophita Hosea Boeditjahjono, M.Psi, mengatakan dampak fatherlessness dapat semakin kompleks ketika dibarengi dengan pola asuh yang tidak tepat.

“Ketika anak tidak mendapatkan kehadiran ayah, ia membutuhkan kestabilan emosional dan pola asuh yang seimbang. Jika yang terjadi justru pola asuh yang terlalu keras atau sebaliknya terlalu membebaskan tanpa batasan, maka risiko masalah perilaku dan emosional bisa meningkat,” ujarnya.

Menurutnya, pola asuh otoriter maupun permisif berpotensi memperparah kondisi psikologis anak yang sudah kehilangan peran ayah. Pola asuh otoriter, dijelaskan Jophita Hosea, ditandai dengan kontrol ketat, tuntutan tinggi, namun minim kehangatan.

"Dalam situasi fatherlessness, pendekatan ini dapat membuat anak merasa semakin tertekan dan kurang mendapatkan ruang untuk mengekspresikan emosi. Anak bisa tumbuh dengan rasa takut, rendah diri, atau kesulitan membangun kepercayaan diri," jelasnya.

Sementara itu, pola asuh permisif yang cenderung membebaskan tanpa batasan dan disiplin yang jelas, juga dinilai tidak ideal. Anak yang kehilangan figur ayah membutuhkan struktur dan arahan yang konsisten.

"Tanpa batasan yang tegas, anak berisiko mengalami kesulitan dalam mengontrol diri, memahami tanggung jawab, serta membangun kedisiplinan," jelasnya.

Ia menekankan bahwa yang dibutuhkan anak dalam kondisi tersebut adalah pola asuh yang demokratis atau otoritatif, yakni menggabungkan kehangatan emosional dengan aturan yang jelas. Pendekatan ini membantu anak merasa dihargai sekaligus memiliki pedoman perilaku yang sehat.

Selain itu, dukungan dari lingkungan keluarga besar, sekolah, serta figur pengganti yang positif seperti kakek, paman, atau guru juga dapat membantu meminimalkan dampak negatif fatherlessness. Sebab, isu fatherlessness bukan hanya persoalan keluarga semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....