MBG Modong Terapkan Standar Uji Mutu Ketat

  • 02 Mar 2026 11:44 WIB
  •  Surabaya

‎RRI.CO.ID, Sidoarjo – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Modong, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, tak sekadar membagikan paket makanan kepada siswa. Di balik setiap kotak yang diterima anak-anak, terdapat rangkaian pengujian mutu, kontrol keamanan pangan, hingga penyimpanan sampel sebagai bagian dari sistem mitigasi risiko.

Pengelolaan program yang dijalankan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat itu menerapkan standar operasional ketat guna memastikan makanan aman, layak konsumsi, dan sesuai kebutuhan gizi penerima manfaat. Kepala SPPG, Fitra Mauludfiyah, menjelaskan setiap menu wajib melalui tahap uji coba atau trial beberapa hari sebelum didistribusikan.

“Kami melakukan trial beberapa hari sebelumnya. Makanan dimasak di jam yang sama, dipacking dengan wadah yang sama, dan disimpan hingga waktu berbuka untuk menu Ramadan guna memastikan kelayakan konsumsi,” ujarnya, Senin 2 Maret 2026.

Menurut Fitra, simulasi tersebut dibuat identik dengan kondisi distribusi sebenarnya agar kualitas makanan tetap terjaga sejak keluar dari dapur hingga sampai ke tangan siswa. Tak hanya itu, setiap batch masakan juga wajib melewati Uji Organoleptik, yakni pengujian rasa, aroma, dan tekstur oleh tim internal sebelum masuk tahap pemorsian.

“Kami menunggu 15 hingga 30 menit setelah dicicipi. Jika tidak ada reaksi negatif, baru makanan didistribusikan. Kami juga menyimpan sampel di lemari pendingin untuk setiap jenis masakan sebagai antisipasi jika diperlukan uji laboratorium di kemudian hari,” ucapnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari prosedur pengendalian mutu, termasuk mekanisme penarikan produk (recall) apabila ditemukan kendala di lapangan. Program MBG di Modong menjangkau 15 sekolah serta sekitar 300 ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan bayi. Total penerima manfaat tercatat mencapai 3.034 orang.

Pembagian porsi disesuaikan dengan kebutuhan kalori berdasarkan jenjang usia, yakni porsi kecil untuk siswa TK hingga kelas 3 SD dan porsi besar bagi siswa kelas 4 SD hingga SMA sederajat. Selama Ramadan, pengelolaan menu dibagi menjadi dua kategori utama, yakni menu basah yang dimasak segar setiap hari dan menu kering dengan daya tahan lebih lama agar aman dibawa pulang untuk berbuka.

“Kami sudah melakukan uji coba agar menu-menu ini tetap berkualitas dan layak konsumsi hingga waktu berbuka,” ujar Fitra.

Dalam evaluasi terbaru, SPPG juga menghentikan sementara sistem “rapel” atau pemberian paket sekaligus untuk beberapa hari. Distribusi kini dilakukan setiap hari guna menjaga kontrol kualitas.

‎“Untuk saat ini, kita full pakai sistem harian agar kontrol gizinya lebih terjaga,” katanya.

Antusiasme Sekolah dan Orang Tua

‎Antusiasme siswa terlihat di TK Dharma Wanita Persatuan Modong. Kepala sekolah, Rohmatul Ummah, mengatakan anak-anak selalu menantikan kedatangan mobil MBG. “Menu burger di sini sangat unik, bisa jadi ajang cooking class buat anak-anak. Ada roti, ayam katsu, dan sayur yang bisa mereka susun sendiri. Itu jadi pembelajaran juga buat mereka,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi komitmen pengelola dalam membatasi penggunaan penyedap rasa (MSG) demi membentuk pola makan sehat sejak dini. Pengawasan program turut melibatkan tenaga kesehatan dari Polindes dan Puskesmas setempat. Saat peluncuran program, petugas kesehatan desa bahkan ikut mencicipi menu untuk memastikan kualitasnya.

Sementara itu, Sumaiyah (64), nenek salah satu siswa, mengaku puas dengan dampak program terhadap cucunya.“Respon cucu saya ini suka sekali, senang. Menu MBG di sini juga baik, alhamdulillah baik,” tuturnya.

Ia menilai standar MBG di Modong lebih unggul dibanding beberapa daerah lain. “Saya lihat di sini, di Modong, dibandingkan dengan tempat lain saya mengajar, di sini sudah sangat baik,” katanya.

Dengan sistem kontrol berlapis, uji mutu ketat, dan pengawasan lintas sektor, MBG Modong menunjukkan bahwa program pangan sekolah dapat dikelola secara profesional, aman, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....