Ramadan Momentum Raih Keberkahan Hidup
- 02 Mar 2026 06:45 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Ramadan menjadi momentum terbaik bagi umat Islam untuk meraih keberkahan hidup. Keberkahan tidak hanya dimaknai sebagai kelapangan rezeki, tetapi juga hidup yang memberi manfaat bagi sesama serta bertambahnya amal kebaikan.
Pesan itu disampaikan Pimpinan Pesantren dan Panti Asuhan Mitra Arafah Surabaya, Hj. Haniah, dalam tausiyah di Program Mutiara Pagi Pro1 RRI Surabaya, Senin, 2 Maret 2026. Menurutnya, hidup yang berkah adalah dambaan setiap insan beriman.
“Keberkahan bukan soal banyaknya harta, tetapi sejauh mana hidup kita bermanfaat dan semakin dekat kepada Allah. Ramadan adalah kesempatan besar untuk memperbaiki kualitas diri,” ujarnya.
| Baca juga: Ramadan Momentum Meraih Ampunan Allah SWT |
Ia menjelaskan, setidaknya ada tujuh amalan yang dapat menjadi jalan meraih keberkahan di bulan suci. Pertama, mendekatkan diri kepada Alquran. Allah menegaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 185 bahwa Ramadan adalah bulan diturunkannya Alquran sebagai petunjuk hidup manusia. Dalam QS. Al-An’am ayat 155 juga disebutkan bahwa Alquran adalah kitab yang diberkahi.
“Kalau ingin hidup penuh berkah, jangan jauh dari Alquran. Bacalah setiap hari, pahami maknanya, lalu amalkan dalam kehidupan,” katanya.
Kedua, meningkatkan iman dan takwa. Dalam QS. Al-A’raf ayat 96 disebutkan bahwa keberkahan dari langit dan bumi akan diberikan kepada negeri yang penduduknya beriman dan bertakwa. “Keberkahan sebuah bangsa dimulai dari keluarga. Kalau rumah tangga kuat iman dan takwanya, insya Allah keberkahan akan meluas,” ucapnya.
| Baca juga: Ramadan, Bulan Turunnya Al-Qur’an |
Ketiga, memperbanyak rasa syukur. Allah berjanji dalam QS. Ibrahim ayat 7 akan menambah nikmat bagi hamba yang bersyukur. Bahkan dalam QS. An-Nisa ayat 147 ditegaskan bahwa Allah tidak akan menyiksa hamba yang bersyukur dan beriman.
Keempat, memperbanyak istighfar dan segera bertaubat, sebagaimana perintah dalam QS. Ali Imran ayat 133 untuk bersegera menuju ampunan Allah. “Ramadan adalah bulan pengampunan. Jangan tunda taubat, karena kita tidak pernah tahu sampai kapan kesempatan itu ada,” ujarnya mengingatkan.
Kelima, memperbanyak sedekah dan kepedulian sosial. Rasulullah SAW bersabda bahwa sedekah paling utama adalah di bulan Ramadan (HR. Tirmidzi). Dalam QS. Al-Baqarah ayat 261 dijelaskan pahala sedekah dilipatgandakan hingga tujuh ratus kali lipat, dan ayat 271 menyebut sedekah dapat menghapus kesalahan.
“Sedekah tidak membuat kita miskin. Justru dengan berbagi, rezeki semakin berkah dan hati menjadi lebih tenang,” katanya.
Keenam, memperbanyak zikir. Dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28 Allah menegaskan bahwa dengan mengingat-Nya hati menjadi tenteram. Ketujuh, memperbanyak doa. QS. Al-Baqarah ayat 186 menegaskan bahwa Allah dekat dan mengabulkan doa hamba-Nya yang berdoa.
Di akhir tausiyahnya, Hj. Haniah mengajak umat Islam menjadikan Ramadan sebagai titik awal perubahan diri. “Isi Ramadan dengan Alquran, iman, syukur, taubat, sedekah, zikir, dan doa. Jika tujuh amalan ini dijaga, insya Allah hidup kita benar-benar dipenuhi keberkahan,” tuturnya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....