Ramadan Momentum Meraih Ampunan Allah SWT

  • 26 Feb 2026 07:25 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Menjelang sepuluh hari pertama bulan suci Ramadan, umat Islam diajak untuk memaksimalkan ibadah sebagai jalan meraih ampunan Allah SWT. Dalam tausiyahnya di program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Surabaya, Kamis, 26 Februari 2026, Ustazah Rachma Ayuningtyas yang akrab disapa Ustazah Yuyun Ketua Departemen Humas PW Salimah Jatim menegaskan pentingnya kesungguhan dalam beribadah dan menjauhi dosa agar Ramadan benar-benar menghadirkan pengampunan.

Menurutnya, Allah SWT menciptakan manusia sebagai makhluk yang tidak luput dari kesalahan. Kondisi tersebut justru menjadi sarana agar manusia selalu merasa lemah, bergantung kepada Allah, dan terhindar dari kesombongan serta rasa bangga berlebihan terhadap amal ibadahnya.

“Allah menjadikan manusia mudah salah agar hatinya selalu bergantung kepada-Nya, merasa butuh ampunan, dan tidak terjebak dalam sifat ujub atau merasa paling benar dengan amalnya,” ujar Ustazah Yuyun.

Ia menambahkan, sifat Maha Pengampun dan Maha Penyayang Allah menjadi harapan besar bagi setiap hamba. Hal itu sejalan dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Muslim, “Seandainya kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan mendatangkan kaum yang berbuat dosa, lalu mereka memohon ampun kepada Allah dan Allah mengampuni mereka.”

Dari hadis tersebut, jelas bahwa dosa manusia dapat diampuni selama tidak melakukan syirik atau menyekutukan Allah SWT. Ustazah Yuyun juga mengingatkan keutamaan ibadah puasa Ramadhan sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Namun demikian, puasa saja tidak cukup tanpa menjaga perilaku. Menurutnya, ampunan Allah bisa terhalang apabila seseorang masih membiarkan dirinya terjerumus dalam dosa lisan dan perbuatan.

“Puasa bisa kehilangan nilainya ketika kita tidak berusaha menjauhi dosa seperti ghibah, fitnah, kebohongan, dan ucapan yang menyakiti orang lain,” ucapnya.

Ia mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan penuh karunia. Kerugian besar justru menimpa orang yang bertemu Ramadhan namun gagal meraih ampunan karena tidak memanfaatkannya dengan baik. Hal ini selaras dengan peringatan Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Ahmad tentang celakanya orang yang menjumpai Ramadhan tetapi tidak memperoleh ampunan.

Selain puasa, shalat, istighfar, serta kesungguhan meninggalkan dosa menjadi kunci penting meraih rahmat Allah. Ustazah Yuyun mengajak umat Islam memurnikan tauhid, memperbanyak doa, dan mengisi Ramadhan dengan amal saleh.

“Jika doa di bulan Ramadan tidak tertolak, maka jangan sia-siakan kesempatan ini untuk memohon ampunan dan pertolongan Allah,” ujarnya mengakhiri tausiyahnya pagi tadi.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, “Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah.” (QS. Az-Zumar: 53).

Ramadan pun menjadi momentum terbaik bagi umat Islam untuk memperbaiki diri, menghentikan kebiasaan buruk, dan meraih ampunan Allah SWT dengan iman, tauhid yang lurus, serta amal yang sungguh-sungguh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....