Warga Wiyung Mandiri Pangan dari Pekarangan
- 25 Feb 2026 19:32 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Upaya mewujudkan ketahanan pangan dari lingkungan sendiri terus tumbuh di tengah masyarakat. Hal itu terlihat dari gerakan warga yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Pilang Makmur di RT 1 RW 15, Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya.
Sejak pandemi Covid-19 melanda pada 2020, warga mulai memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam tanaman pangan dan tanaman obat keluarga (toga). Langkah ini menjadi solusi di tengah situasi sulit sekaligus memperkuat kemandirian pangan keluarga.
Ketua Poktan Pilang Makmur, Suhendi, mengatakan inisiatif tersebut berawal dari kebutuhan dasar masyarakat saat pandemi.
“Saat Covid-19 melanda, kami berpikir bagaimana lingkungan sendiri bisa menopang kebutuhan pangan keluarga. Dari situ warga tergerak menanam tanaman pangan dan toga,” ujarnya, Selasa 25 Februari 2026.
Seiring waktu, gerakan tersebut berkembang pesat. Beragam tanaman pangan kini dibudidayakan secara gotong royong, seperti pokcoy, bayam merah, bayam hijau, kangkung, terong, dan cabai.
Tak hanya sektor pertanian, Poktan Pilang Makmur juga mengembangkan budidaya perikanan sebagai penguat ketahanan pangan sekaligus sumber ekonomi warga. Saat ini terdapat delapan kolam yang dikelola, terdiri dari tujuh kolam terpal dan satu kolam tanah.
Empat kolam dimanfaatkan untuk budidaya ikan lele, sedangkan sisanya digunakan untuk ikan nila, patin, dan bawal. Menurut Suhendi, budidaya ikan tersebut bertujuan memenuhi kebutuhan protein warga sekaligus membuka peluang usaha.
Hasil panen tak hanya dikonsumsi internal, tetapi juga dipasarkan langsung ke masyarakat. Setiap Minggu pagi, produk olahan ikan lele Pilang Makmur dijajakan di kawasan Jalan Darmo Surabaya. Menu yang ditawarkan beragam, mulai dari lele teriyaki, lele rica-rica hingga lele balado, dan mendapat respons positif dari pembeli.
Suhendi menegaskan, gerakan ini membuktikan ketahanan pangan dapat dimulai dari skala kecil melalui kolaborasi warga dan pemanfaatan potensi lingkungan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa dari skala kecil, jika dikelola bersama, bisa berdampak besar bukan hanya untuk pangan, tetapi juga kesejahteraan warga,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....