Wisnu, Bocah Penggerak 9 Ton Sampah Organik

  • 23 Feb 2026 10:02 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Usianya masih duduk di bangku sekolah dasar, namun gagasannya soal lingkungan sudah menggema luas. I Made Satria Dharma Wishnu, siswa SDN Ketabang I/288 Surabaya, terpilih sebagai Pangeran Lingkungan Hidup 2025 dalam ajang yang digagas Tunas Hijau. Lewat program MOSAIK (Mengolah Sampah Organik), ia membuktikan perubahan bisa dimulai dari langkah sederhana.

Berangkat dari keprihatinan melihat sampah daun dan bunga bekas sembahyang yang terbuang sia-sia, Wisnu menggerakkan sekolah dan warga memilah sampah dari sumbernya. Hasilnya, 9 ton 723 kilogram sampah organik berhasil dikumpulkan dan diolah menjadi 500 kilogram pupuk kompos bermerek WIPUKO, bahkan melahirkan produk turunan LUWISHKO.

“Persaingannya tidak mudah karena semua finalis punya program bagus. Saya hanya berusaha konsisten,” ujar Wisnu.

Ia menegaskan, pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah dan dilakukan bersama. Dengan peran barunya, ia berharap gerakan peduli lingkungan menjadi budaya, bukan sekadar program sesaat.

Selain produksi, edukasi menjadi fokus utama. Sosialisasi dilakukan secara langsung kepada 12.781 orang serta melalui siaran radio untuk memperluas jangkauan pesan peduli lingkungan.

Saat menjadi narasumber dalam dialog Beranda Asta Cita di Pro 1 Radio Republik Indonesia Surabaya, Minggu (22/2/2026), Wisnu menegaskan komitmennya untuk terus memperluas gerakan tersebut.

“Pengelolaan sampah organik harus dimulai dari rumah dan dilakukan bersama. Saya ingin semakin banyak masyarakat terlibat agar pengelolaan lingkungan bisa berkelanjutan,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....