Ramadan Momentum Perbaiki Iman, Ibadah dan Akhlak

  • 17 Feb 2026 12:50 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Bulan suci Ramadan kembali hadir sebagai momentum penting bagi umat Islam untuk memperbaiki kualitas iman, ibadah, dan akhlak, setelah satu tahun perjalanan kehidupan yang dilalui dengan berbagai dinamika. Hal tersebut disampaikan Ustaz Nafiuddin, Dai Yayasan Dana Sosial Al-Falah Surabaya, saat memberikan tausiyah dalam program Mutiara Pagi di Pro 1 RRI Surabaya, Selasa, 17 Februari 2026.

“Tidak terasa satu tahun kita berjalan menunggu waktu yang dibanggakan kaum muslimin, yakni bulan suci Ramadan. Ini adalah kesempatan besar untuk meningkatkan ibadah dan kualitas diri kita sebagai hamba Allah,” ujar Ustad Nafiuddin.

Ia menjelaskan, Ramadan bukan sekadar pergantian bulan, melainkan momentum menyambut perintah Allah SWT dengan kesiapan hati. Cara seseorang merespons datangnya syariat akan menentukan kualitas ibadah dan keimanannya selama bulan suci.

Penjelasan tersebut merujuk pada kandungan Surat Fathir ayat 32, yang menyebutkan bahwa Allah SWT mewariskan kitab dan syariat kepada hamba-hamba pilihan-Nya, lalu membagi mereka ke dalam tiga golongan. Pertama, golongan yang menzalimi diri sendiri. Kedua, golongan pertengahan. Ketiga, golongan yang berlomba-lomba dalam kebaikan dengan izin Allah SWT.

Ustad Nafiuddin menjabarkan, golongan yang menzalimi diri sendiri adalah mereka yang enggan atau menolak menjalankan perintah Allah, padahal ibadah seperti shalat, puasa, zakat, infak, dan membaca Al-Qur’an merupakan kebutuhan rohani yang menjadi nutrisi bagi jiwa. “Kita ini sejatinya butuh shalat, butuh Al-Qur’an, butuh zakat, dan butuh puasa. Kalau semua itu ditinggalkan, maka sebenarnya kita sedang menzalimi diri kita sendiri,” ujarnya.

Golongan kedua adalah kelompok pertengahan, yaitu mereka yang menjalankan ibadah sebatas kewajiban dan rutinitas, tanpa kesungguhan untuk meningkatkan kualitas dan makna ibadah. Ramadhan pun dijalani apa adanya, tanpa target perubahan diri. “Ada orang yang beribadah sekadar rutinitas. Datang Ramadhan, ya puasa. Lewat Ramadhan, kembali seperti semula. Tidak ada peningkatan kualitas iman,” katanya.

Sementara golongan ketiga adalah mereka yang lebih dahulu berbuat kebaikan atas izin Allah SWT. Golongan ini menyambut datangnya syariat dengan kerinduan, menyiapkan target ibadah, serta berusaha mengisi Ramadhan dengan amal saleh terbaik.

Semangat berlomba dalam kebaikan tersebut juga ditegaskan dalam Surat Al-Baqarah ayat 148, yang memerintahkan umat Islam untuk bersegera melakukan amal kebajikan. Hal ini diperkuat dengan hadis Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang dilakukan secara konsisten meskipun sedikit.

Selain kesiapan ibadah, Ustaz Nafiuddin mengingatkan pentingnya menyelesaikan urusan dengan sesama manusia menjelang Ramadan. Menurutnya, membersihkan hati, saling memaafkan, dan memperbaiki hubungan sosial akan membantu umat Islam lebih fokus dan khusyuk dalam menjalankan ibadah selama bulan suci.

Di akhir tausiyahnya, ia mengajak umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momentum perubahan diri, baik dalam meningkatkan hubungan dengan Allah SWT maupun memperbaiki akhlak dan hubungan sosial, agar Ramadhan benar-benar menghadirkan keberkahan dalam kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....