Polres Kerinci Periksa Pengelola Dana KIP Kampus
- 24 Des 2025 15:50 WIB
- Sungaipenuh
KBRN, Sungai Penuh: Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kerinci melalui Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) membenarkan telah melakukan pemeriksaan terhadap Tim Pengelola Dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) Mahasiswa di salah satu kampus di Kota Sungai Penuh.
Pemeriksaan tersebut terkait dugaan pemotongan Dana Beasiswa KIP Tahun Anggaran 2024–2025 dengan nilai anggaran mencapai miliaran rupiah.
Berdasarkan pantauan, pihak kampus telah menjalani pemeriksaan pada Rabu (17/12/2025). Proses pemeriksaan berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga sore hari, atau sekitar lima jam.
Kapolres Kerinci AKBP Arya Tesa Brahmana melalui Kanit Tipikor Satreskrim Polres Kerinci, IPDA Rahmat Multazam, S.Tr.K., membenarkan bahwa pemeriksaan terhadap Tim Pengelola Dana KIP tersebut telah dilakukan sebanyak dua kali.
“Iya benar, pihak kampus sudah diperiksa dua kali oleh penyidik Tipikor dalam rangka meminta keterangan dan klarifikasi terkait dugaan pemotongan Dana Beasiswa KIP Mahasiswa di salah satu kampus di Kota Sungai Penuh,” ujar IPDA Rahmat Multazam, Selasa (23/12/2025).
Ia menjelaskan, dalam pemeriksaan tersebut penyidik melontarkan sekitar 30 pertanyaan kepada Tim Pengelola Dana KIP, khususnya terkait penggunaan dan realisasi anggaran yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
“Kami mengajukan puluhan pertanyaan terkait realisasi Dana KIP di kampus tersebut,” jelasnya.
Meski demikian, pihak kepolisian masih akan memanggil sejumlah saksi lainnya guna memperkuat keterangan dalam perkara tersebut.
“Kami masih memanggil beberapa saksi untuk menguatkan keterangan. Jika nantinya ditemukan adanya pelanggaran, tentu akan kami proses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku,” tegasnya.
Sebagai informasi, Dana KIP merupakan bantuan pendidikan dari Pemerintah Indonesia bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu atau rentan miskin. Program ini bertujuan menjamin akses pendidikan dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi melalui Program Indonesia Pintar (PIP), termasuk KIP Kuliah, agar tidak ada anak putus sekolah karena kendala ekonomi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....