Budaya Kerinci Jadi Warisan yang Terus Dijaga
- 15 Agt 2026 18:49 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Kabupaten Kerinci tidak hanya dikenal melalui Gunung Kerinci, Danau Kerinci, dan hamparan kebun teh Kayu Aro. Di balik panorama tersebut, budaya Kerinci menjadi bagian penting dari identitas masyarakat yang terus diwariskan antargenerasi.
Kekayaan tersebut terlihat dari adat istiadat, kesenian, bahasa, peninggalan sejarah, hingga berbagai tradisi yang masih dijalankan masyarakat. Karena itu, perjalanan ke Kerinci tidak cukup hanya menikmati keindahan alam.
Jejak kebudayaan bahkan dapat ditemukan melalui peninggalan megalitikum berupa menhir yang tersebar di sejumlah wilayah. Peninggalan tersebut menjadi pengingat bahwa kehidupan masyarakat Kerinci memiliki sejarah panjang.
Tradisi Adat Masih Menjadi Bagian Kehidupan
Sejumlah tradisi tetap mendapat tempat dalam kehidupan masyarakat. Salah satunya Kenduri Sko yang menjadi bagian dari warisan adat masyarakat Kerinci.
Sistem kepemimpinan adat Depati juga menjadi salah satu unsur penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Berbagai aturan adat turut mengatur sejumlah tahapan kehidupan, termasuk pertanian, pembangunan rumah, hingga perkawinan.
Dalam acara pernikahan, misalnya, pakaian adat menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Pengantin dapat mengenakan Baju Koto Gadang dan Songket Kerinci yang memiliki makna budaya tersendiri.
Sementara itu, berbagai hajatan masyarakat kerap disertai pertunjukan tari tradisional. Kesenian tersebut menjadi bentuk ungkapan syukur sekaligus ruang bagi generasi muda untuk mengenal warisan daerah.
Pamong Budaya lokal, Ibrahim, mengatakan masyarakat Kerinci memiliki aturan yang diwariskan untuk mengatur kehidupan sehari-hari.
“Masyarakat Kerinci memiliki aturan dan pakem dalam merawat kehidupan. Kami memanjatkan doa sebelum bertani, memegang pantang larang saat membangun rumah, dan menjunjung adat ketika menikah.”
Menurut Ibrahim, berbagai tradisi tersebut merupakan warisan leluhur yang perlu dijaga agar tidak terputus oleh perubahan zaman.
Pemerintah Susun Langkah Pelestarian
Pelestarian budaya juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kerinci. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci, Jamal Penta, menyebut pemerintah daerah tengah berfokus menyelesaikan dokumen Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) pada 2026.
Pemkab Kerinci juga membentuk Tim Ahli Warisan Budaya. Tim tersebut bertugas merumuskan berbagai karya budaya untuk proses penetapan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pendataan sekaligus penguatan perlindungan terhadap warisan budaya daerah. Pendekatan tersebut diperlukan agar kekayaan budaya memiliki dokumentasi dan arah pelestarian yang lebih jelas.
Generasi Muda Mulai Mengambil Peran
Pelestarian budaya tidak hanya berlangsung melalui kebijakan pemerintah. Anak-anak muda Kerinci juga mulai menunjukkan keterlibatan dalam berbagai kegiatan kebudayaan.
Pakaian adat semakin sering ditampilkan dalam kegiatan publik. Pertunjukan seni daerah juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperkenalkan kembali kesenian kepada masyarakat luas.
Pentas budaya yang digelar secara rutin turut membantu membangun rasa bangga terhadap identitas daerah. Kegiatan tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi anak muda untuk mempelajari tradisi secara langsung.
Bagi sektor pariwisata, keberadaan budaya menjadi nilai tambah. Wisatawan dapat memperoleh pengalaman yang lebih lengkap ketika kunjungan tidak berhenti pada panorama alam.
Budaya dan Pariwisata Saling Menguatkan
Bupati Kerinci, Monadi, menilai budaya merupakan bagian mendasar dari identitas masyarakat. Menurutnya, adat, tradisi, kesenian, bahasa, serta peninggalan sejarah membentuk karakter Kerinci.
“Kerinci bukan hanya memiliki kekayaan alam yang luar biasa, tetapi juga merawat kekayaan budaya yang sangat beragam.”
Monadi mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, ikut mengambil peran dalam menjaga warisan tersebut. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen mendukung pendataan budaya, pembinaan sanggar seni, serta program pelestarian.
Penguatan budaya juga dinilai dapat mendukung perkembangan pariwisata Kerinci. Wisatawan bukan hanya mencari pemandangan, tetapi juga pengalaman mengenai sejarah, tradisi, kesenian, dan kehidupan masyarakat setempat.
Monadi berharap Kerinci dapat dikenal lebih luas melalui perpaduan alam dan budayanya. Ia ingin wisatawan mengenal masyarakat setempat sekaligus memahami cerita yang hidup di balik berbagai warisan tersebut.
“Kami ingin dunia mengenal Kerinci bukan cuma karena gunung, danau, atau kebun tehnya, tetapi juga karena kekuatan budaya dan hangatnya sapaan warga.”
Kerinci dengan demikian memiliki modal budaya yang tidak kalah penting dari kekayaan alamnya. Menjaga warisan tersebut menjadi pekerjaan bersama agar tradisi tetap hidup dan dapat dikenali generasi berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....