Pengasungan Sko Hidupkan Warisan Leluhur Kenduri Tanjung Pauh Mudik

  • 05 Jul 2026 14:51 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh – Prosesi Pengasungan Sko menjadi salah satu rangkaian paling sakral dalam pelaksanaan Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Danau Kerinci Barat, Minggu 05 juli 2026. Tradisi adat yang diwariskan turun-temurun itu kembali menghidupkan nilai penghormatan kepada leluhur di hadapan ribuan masyarakat yang memadati lokasi acara.

Sejak pagi, para pemangku adat berjalan perlahan sambil mengusung pusaka yang selama ini tersimpan dan dijaga sesuai ketentuan adat. Suasana berlangsung khidmat tanpa hiruk-pikuk. Lantunan petatah-petitih adat mengiringi setiap langkah prosesi, menciptakan nuansa sakral yang menyelimuti arena Kenduri Sko.

Ketika pusaka adat mulai diangkat dan diarak, aroma kemenyan perlahan memenuhi udara. Wewangian itu menambah kekhidmatan prosesi. Sejumlah warga mengaku merasakan suasana haru dan merinding, bukan karena rasa takut, melainkan karena kuatnya nilai spiritual dan penghormatan terhadap tradisi leluhur yang masih terjaga hingga kini.

Bagi masyarakat Lima Desa Tanjung Pauh Mudik, Pengasungan Sko bukan sekadar prosesi mengeluarkan benda pusaka. Tradisi tersebut menjadi simbol penghormatan kepada leluhur sekaligus pengingat akan amanah yang harus dijaga oleh setiap generasi.

Prosesi ini juga menjadi penegasan bahwa adat istiadat tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan identitas budaya yang diwariskan para pendahulu terus dipelihara sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.

Di bawah langit Tanjung Pauh Mudik yang diselimuti mendung, Pengasungan Sko kembali menjadi bukti bahwa warisan budaya bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga dijaga dan diteruskan. Melalui Kenduri Sko, masyarakat menegaskan komitmennya mempertahankan adat sebagai akar jati diri yang tetap kokoh menghadapi perubahan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....