Bupati Merangin Sidak Dinas Perikanan, Kantor Sepi dan Absen Ganda Terbongkar
- 03 Sep 2026 21:05 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Laporan masyarakat soal rendahnya disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) langsung ditindaklanjuti Bupati Merangin M. Syukur. Selasa 1 September 2026, orang nomor satu di Kabupaten Merangin itu mendadak menyambangi dua kantor pemerintah daerah.
Bupati melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) serta Dinas Perikanan. Dari dua lokasi tersebut, Bupati menemukan kondisi yang jauh berbeda.
Sidak pertama berlangsung di Dinas PPKB. Kepala Dinas PPKB, Sony Propesma, langsung menyambut kedatangan Bupati M. Syukur.
Bupati kemudian memeriksa daftar absensi pegawai. Hasilnya, seluruh aparatur di Dinas PPKB tercatat hadir dan menjalankan tugas.
Temuan tersebut membuat Bupati merasa puas. Ia menilai kondisi itu menunjukkan jajaran Dinas PPKB mampu menjaga kedisiplinan pegawai.
Namun, suasana berbeda langsung terlihat ketika Bupati melanjutkan sidak ke Dinas Perikanan.
Bupati mendapati suasana kantor Dinas Perikanan cukup lengang setelah jam istirahat makan siang. Lebih dari 60 persen pegawai tidak berada di tempat kerja.
Kondisi tersebut semakin menjadi sorotan karena Kepala Dinas Perikanan dan Sekretaris Dinas juga tidak berada di kantor saat Bupati datang.
Bupati kemudian mencocokkan kondisi pegawai di lapangan dengan dokumen presensi harian. Pemeriksaan terhadap absensi 23 pegawai PNS menemukan indikasi praktik manipulasi presensi.
Sejumlah pegawai diduga menandatangani absensi pagi sekaligus membubuhkan tanda tangan untuk jam pulang. Cara tersebut membuat mereka tidak perlu kembali ke kantor setelah istirahat makan siang.
Selain tanda tangan ganda, Bupati juga menemukan bentuk dugaan kecurangan lain. Sejumlah keterangan menyatakan pegawai hadir, tetapi dokumen presensi tidak memiliki tanda tangan.
Bupati M. Syukur menilai praktik tersebut sudah menjadi kebiasaan yang harus segera dihentikan.
“Ini kebiasaan budaya ini, sudah tanda tangan dari pagi. Jam 2 sampai sore sudah tanda tangan. Nah, kalau hari ini wajar saya tengok hampir 60 persen siang itu sudah hilang semua,” tegas Syukur.
Menurut Bupati, kondisi tersebut tidak boleh terus berlangsung. Apalagi Dinas Perikanan berada di pusat kota dan memiliki tugas penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Bupati menilai rendahnya kedisiplinan pegawai dapat berdampak langsung terhadap pelayanan masyarakat. Ia juga menyebut laporan warga mengenai kondisi kantor yang sering kosong ternyata memiliki dasar.
“Kalau pegawai kerjanya begini, siapa yang mau melayani masyarakat? Saya datang ke sini membuktikan laporan masyarakat bahwa kantor ini kalau siang kosong. Bahkan pagi juga banyak yang tidak hadir, baru datang jam 10 atau jam 11,” ujarnya.
Temuan tersebut menjadi perhatian serius Pemkab Merangin. Bupati meminta jajaran Dinas Perikanan segera memperbaiki sistem pengawasan internal.
Sebagai tindak lanjut, Bupati M. Syukur menginstruksikan pemberian sanksi administratif kepada pegawai yang terbukti bolos dan memanipulasi absensi.
Sanksi tersebut berupa surat teguran tertulis. Bupati juga meminta pimpinan Dinas Perikanan menghentikan praktik penandatanganan absensi ganda.
Ia menegaskan, pimpinan organisasi perangkat daerah harus ikut bertanggung jawab dalam mengawasi kedisiplinan bawahannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....