Bupati M. Syukur Dorong Guru Merangin Lebih Kreatif dan Tak Cepat Berpuas Diri
- 31 Agt 2026 17:52 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pembukaan Pelatihan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Kinerja dan BOSP Afirmasi Tahun 2026 di Aula Kantor Bupati Merangin, Senin 31 Agustus 2026.
Bupati Merangin, M. Syukur, memanfaatkan momentum tersebut untuk membangkitkan kembali semangat para tenaga pendidik agar terus berinovasi dan menghadirkan gagasan baru dalam proses pembelajaran.
Di hadapan para guru penerima BOSP, Syukur menegaskan bahwa pelatihan tidak boleh berhenti pada kegiatan bimbingan teknis, sertifikat, maupun rutinitas pengelolaan dana operasional sekolah.
Menurutnya, setiap pelatihan harus memberikan dampak nyata terhadap kualitas pendidikan. Para guru diharapkan pulang membawa semangat baru dan menerapkannya di sekolah masing-masing.
"Ibu-ibu guru harus berinovasi, kreatif, mencari ide-ide baru. Jadi bukan sekadar latihan bimtek terus pulang dapat sertifikat, sudah selesai. Tapi Ibu kembali ke sekolah harus punya semangat baru untuk membangun daerah," ujar Syukur.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam suasana santai yang sesekali diwarnai canda dan tawa bersama para peserta. Namun, pesan yang disampaikan Bupati memiliki makna penting, terutama dalam mendorong pemerataan kualitas pendidikan di Kabupaten Merangin.
Syukur menilai keberhasilan pembelajaran di sekolah perkotaan seharusnya tidak hanya dinikmati oleh siswa di wilayah kota. Pengalaman, pengetahuan, dan metode pembelajaran yang telah terbukti berhasil perlu dibagikan kepada sekolah-sekolah di kecamatan hingga pelosok desa.
Ia pun mengajak guru-guru senior dan berprestasi di wilayah perkotaan untuk membuka diri serta ikut membantu meningkatkan kualitas pendidikan di daerah yang masih membutuhkan dukungan.
Sejumlah wilayah seperti Jangkat, Jangkat Timur, Tabir Barat, hingga Tabir Timur menjadi perhatian dalam pemerataan tersebut.
"Harusnya yang sudah berhasil, memberi ilmu pada yang belum berhasil. Logikanya harusnya begitu," katanya.
Pernyataan itu langsung disambut tawa dan tepuk tangan para guru yang hadir.
Tak hanya berbicara mengenai inovasi, Syukur juga mengingatkan pentingnya nilai pengabdian dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Ia membagikan pengalamannya ketika memilih kembali ke Merangin untuk membangun daerah dan meninggalkan kenyamanan jabatan di tingkat nasional.
Menurutnya, keputusan tersebut menjadi bagian dari bentuk pengabdian kepada daerah. Nilai keikhlasan dan ketulusan yang sama, kata dia, juga perlu dimiliki para guru ketika menjalankan tugas mendidik generasi penerus bangsa.
Syukur kemudian meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin untuk terus memberikan pendampingan kepada para guru. Pemerintah daerah juga harus memastikan anak-anak di desa memperoleh fasilitas pembelajaran yang layak dan tidak tertinggal dari siswa di wilayah perkotaan.
Dengan demikian, pelaksanaan BOSP Kinerja dan BOSP Afirmasi tidak hanya mendukung operasional sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan secara merata di seluruh wilayah Merangin.
Pembukaan pelatihan tersebut turut dihadiri Kajari Merangin, Bunda PAUD Kabupaten Merangin, Sekda Merangin, Asisten I, Inspektur Inspektorat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....