Puluhan Tahun Rusak, Jalan Inpres Kini Lancarkan Akses Bagi Tiga Desa di Kerinci

  • 16 Agt 2026 17:11 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Program Jalan Instruksi Presiden (Inpres) mulai memberi dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Kerinci, Jambi. Perbaikan jalan di Kecamatan Danau Kerinci kini mempermudah mobilitas warga sekaligus memperlancar pengangkutan hasil pertanian.

Jalur sepanjang lebih dari 5 kilometer itu menghubungkan Desa Sanggaran Agung, Desa Koto Baru, dan Desa Talang Kemulun. Bagi masyarakat setempat, jalan tersebut bukan sekadar jalur penghubung antardesa, tetapi menjadi akses utama untuk menjalankan berbagai aktivitas.

Kepala Desa Talang Kemulun, Radial, menyebut perbaikan jalan membawa manfaat besar bagi masyarakat. Selama ini, warga mengandalkan jalur tersebut untuk keluar masuk desa dan membawa hasil pertanian.

Kerusakan jalan selama puluhan tahun sempat menyulitkan aktivitas warga. Kondisi itu semakin terasa ketika petani mengangkut hasil panen dari lahan menuju lokasi penjualan.

“Perbaikan jalan ini sangat membantu masyarakat. Jalan ini merupakan akses utama warga untuk keluar masuk desa dan membawa hasil pertanian,” ujar Radial.Sabtu 15 Agustus 2026.

Menurutnya, kondisi jalan yang lebih baik membuat perjalanan warga menjadi lebih nyaman. Kendaraan pengangkut hasil pertanian juga dapat melintas dengan lebih mudah.

Radial berharap pemerintah tetap memperhatikan kondisi jalan tersebut. Ia juga mengajak masyarakat ikut menjaga infrastruktur agar manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu panjang.

Asisten Pelaksana dan Pengawasan Satuan Kerja Wilayah Dua BPJN Provinsi Jambi, Agus Pardede, turut meninjau pembangunan Jalan Inpres tersebut.

Agus meminta masyarakat memanfaatkan jalan secara bijak. Ia juga mengajak warga menjaga badan jalan dari aktivitas yang dapat mempercepat kerusakan.

“Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan jalan ini dengan baik dan ikut menjaganya. Infrastruktur ini harus kita rawat bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” kata Agus Pardede.

Menurut Agus, keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya bergantung pada pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga kualitas jalan setelah pembangunan selesai.

Sebelum perbaikan, kerusakan jalan menjadi salah satu kendala utama bagi petani di tiga desa. Mereka harus menghadapi kondisi jalan yang kurang nyaman ketika membawa hasil pertanian menuju lokasi penjualan.

Kini, kendaraan dapat melintas dengan lebih lancar. Petani pun memiliki akses yang lebih nyaman untuk mengangkut hasil panen.

Kondisi tersebut turut mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Kelancaran transportasi membuat mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian menjadi lebih mudah.

Jalan Inpres akhirnya menghadirkan harapan baru bagi masyarakat Sanggaran Agung, Koto Baru, dan Talang Kemulun. Setelah puluhan tahun menghadapi jalan rusak, warga kini mulai menikmati akses yang lebih baik untuk mendukung aktivitas sehari-hari dan perekonomian desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....