Dorong Pendidikan Santri, Bupati Merangin Siapkan Beasiswa

  • 26 Mei 2026 20:31 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Bupati Merangin, M. Syukur, membawa kabar gembira bagi dunia pendidikan keagamaan saat menghadiri acara Khaflatut Takhrij (perpisahan) dan wisuda santriawan/wati Angkatan ke-IX Pondok Pesantren Daarul Islah, Desa Buluran Panjang, Kecamatan Tabir, Senin 25 Mei 2026

Dalam kesempatan yang berlangsung khidmat tersebut, Bupati mengumumkan adanya peluang beasiswa penuh bagi santri berprestasi dan berasal dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).

Program beasiswa ini merupakan hasil tindak lanjut koordinasi Bupati Merangin ke Jakarta beberapa waktu lalu. Kabupaten Merangin diketahui memperoleh kuota sebanyak 15 orang untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Kebangsaan yang berlokasi di Lampung, program yang merupakan inisiasi dari Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

“Saya prioritaskan anak-anak Merangin yang berprestasi dan betul-betul tidak mampu. Jika ada santri dari Ponpes Daarul Islah yang memenuhi kriteria, akan kita seleksi. Saya siapkan kuota satu atau dua orang dari sini untuk bisa melanjutkan ke Sekolah Kebangsaan di Lampung,” ujar Bupati di hadapan para wali santri dan pengasuh pondok.

Selain program beasiswa ke luar daerah, Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Merangin dalam mendukung pendidikan Islam di tingkat lokal. Salah satunya melalui bantuan operasional sebesar Rp100 juta per pesantren yang terus berjalan, termasuk bagi Ponpes Daarul Islah.

Dalam sambutannya, Bupati juga mengapresiasi perkembangan pesat Pondok Pesantren Daarul Islah yang dinilainya mengalami kemajuan signifikan dibanding beberapa tahun sebelumnya.

“Dulu saat lewat sini, bangunannya belum seperti ini. Sekarang sudah jauh berkembang. Pemerintah daerah akan terus menyokong melalui program bantuan yang ada,” tambahnya.

Pada momentum wisuda tersebut, Bupati turut memberikan motivasi kepada para santri agar tidak berkecil hati menjadi lulusan pesantren. Ia menegaskan bahwa pesantren bukanlah tempat yang membatasi masa depan, melainkan ruang pembentukan karakter yang kuat dan berakhlak.

Menurutnya, alumni pesantren memiliki kesempatan yang sama untuk sukses di berbagai bidang, mulai dari pengusaha, pejabat, hingga aparat negara.

“Jangan berpikir tamatan pesantren tidak bisa sukses. Banyak tokoh besar lahir dari pesantren. Kuncinya adalah tetap berpegang pada nilai-nilai Al-Qur’an dalam setiap profesi yang dijalani,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....