Hadiri Perpisahan Santri,M. Syukur Dorong Santri Jadi Dokter hingga Pengusaha
- 14 Mei 2026 10:53 WIB
- Sungaipenuh
RRI.CO.ID. Sungai Penuh - Suasana haru menyelimuti acara perpisahan santri kelas VI Pondok Pesantren dan XII Madrasah Aliyah (MA) Pondok Pesantren Madinatul Ulum, Kecamatan Pamenang, Rabu 13 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman masjid pondok pesantren tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Merangin, M. Syukur.
Dalam sambutannya, Bupati M. Syukur memberikan apresiasi kepada pimpinan Ponpes Madinatul Ulum, Kiai Kholiq, beserta seluruh tenaga pendidik yang dinilainya konsisten membina generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan dunia digital.
Di hadapan para wali santri dan tamu undangan, Bupati menegaskan bahwa paradigma yang menganggap pesantren sebagai tempat bagi anak-anak bermasalah harus segera diubah.
Menurutnya, tidak ada anak yang benar-benar nakal. Permasalahan yang terjadi lebih banyak dipengaruhi oleh kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak di lingkungan keluarga.
“Pesantren bukan tempat menampung anak nakal. Kita harus introspeksi diri, mungkin ada komunikasi yang terputus antara orang tua dan anak. Pendidikan bukan hanya tugas guru, tetapi tanggung jawab bersama,” ujar M. Syukur.
Ia menambahkan, di era modern yang penuh pengaruh media sosial dan dunia maya, pendidikan agama menjadi benteng utama untuk menjaga moral generasi muda.
“Kita memang harus mengikuti perkembangan globalisasi, tetapi bentengnya tetap agama. Dan ilmu agama paling banyak dipelajari di pesantren,” katanya.
Selain menyampaikan pesan moral dan pendidikan, Bupati juga menanggapi aspirasi masyarakat
Pamenang terkait kondisi infrastruktur jalan, khususnya di kawasan pasar yang selama ini dikeluhkan warga.
M. Syukur menjelaskan, saat dirinya dilantik menjadi Bupati pada Februari lalu, kondisi jalan mantap di Kabupaten Merangin baru mencapai sekitar 21 persen.
Meski demikian, ia memastikan pemerintah daerah berkomitmen melakukan perbaikan secara bertahap, termasuk jalan di Pasar Pamenang yang akan diusulkan dalam anggaran perubahan.
“Kami mohon masyarakat bersabar. Insyaallah di anggaran perubahan nanti perbaikan jalan Pasar Pamenang akan kita selesaikan,” jelasnya.
Bupati juga menegaskan bahwa dirinya siap menghadapi berbagai tantangan demi membangun Merangin menjadi lebih baik, termasuk keterbatasan anggaran dan proses birokrasi yang harus dilalui.
Kepada para santri yang akan menyelesaikan pendidikan, M. Syukur berpesan agar mereka tidak hanya mengejar ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadikan adab dan akhlak sebagai pondasi utama dalam kehidupan.
Ia menekankan bahwa lulusan pesantren tidak harus menjadi kiai atau ustaz, tetapi dapat berkiprah di berbagai bidang selama tetap memegang nilai-nilai Al-Qur’an.
“Silakan bercita-cita jadi dokter, pengusaha, pejabat, atau profesi lainnya. Yang penting tetap menjaga nilai agama dan menjadi duta dakwah di mana pun berada,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....