Wabup Merangin Ajak Santri Jadi Benteng Moral di Era Digital

  • 20 Mei 2026 00:16 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh, menghadiri acara perpisahan dan wisuda angkatan ke-20 Santri dan Santriwati Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Wal Hadits Al-Munawwaroh, Kelurahan Dusun Bangko, Kecamatan Bangko, Selasa 19 Mei 2026. Pada kesempatan tersebut, sebanyak 32 santri resmi diwisuda, terdiri dari 8 putra dan 24 putri.

Dalam sambutannya, Wabup A. Khafidh menekankan pentingnya peran santri setelah menyelesaikan pendidikan, terutama dalam kembali ke kampung halaman untuk berkontribusi langsung di tengah masyarakat. Ia menilai, kehadiran para alumni pesantren di dusun masing-masing menjadi salah satu benteng utama dalam menghadapi dampak negatif perkembangan teknologi, khususnya pada generasi muda.

Ia mengajak para santri untuk tidak hanya menjadi lulusan pesantren, tetapi juga menjadi penggerak kegiatan keagamaan di lingkungan tempat tinggal masing-masing, terutama dalam menghidupkan kembali budaya mengaji bagi anak-anak usia sekolah dasar dan menengah pertama.

“Untuk santri dan santriwati yang balik ke dusun, tolong diajak anak-anak yang masih sekolah di SD atau SMP yang tidak masuk pesantren. Kita ingin para santri berkolaborasi, mengajar ngaji. Minimal memanfaatkan waktu yang singkat antara Maghrib sampai Isya,” ujar Wabup A. Khafidh.

Menurutnya, peran ini menjadi sangat penting di tengah derasnya arus penggunaan gawai dan teknologi digital yang semakin sulit dikendalikan pada anak-anak. Tanpa pengawasan lingkungan yang kuat, teknologi berpotensi memberikan dampak negatif terhadap perkembangan moral generasi muda.

Selain itu, Wabup juga menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat, aparat, dan pihak terkait dalam menjaga keamanan serta pengawasan di lingkungan pesantren. Hal ini, katanya, perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk kasus-kasus yang dapat mencoreng dunia pendidikan berbasis keagamaan.

Di sisi lain, ia turut memberikan motivasi kepada para santri agar terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Menurutnya, peluang pendidikan saat ini sangat terbuka luas, terutama bagi para penghafal Al-Qur’an yang memiliki keistimewaan dalam jalur masuk perguruan tinggi.

“Kesempatan sekarang ini banyak universitas yang menerima hafiz dan hafizah Al-Qur’an. Terutama yang hafal 30 juz, itu bisa masuk tanpa melalui tes,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa sejumlah perguruan tinggi negeri telah membuka jalur khusus bagi penghafal Al-Qur’an, di antaranya Universitas Riau (Unri) di Pekanbaru, beberapa universitas di Medan, serta sejumlah perguruan tinggi negeri lainnya di Indonesia.

Acara wisuda berlangsung khidmat dan penuh haru, sekaligus menjadi momentum bagi para santri untuk melangkah ke fase baru pengabdian di tengah masyarakat dengan bekal ilmu agama yang telah diperoleh selama di pesantren.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....