Forkopimda Belitung Sidak ke SPBU Atur Antrean Pertalite
- 21 Sep 2026 13:34 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung - Jajaran Forkopimda Kabupaten Belitung melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke sejumlah SPBU di Kecamatan Tanjungpandan, Senin, 21 September 2026, untuk memastikan penyaluran Pertalite berjalan tertib di tengah panjangnya antrean kendaraan.
Sidak dipimpin Wakil Bupati Belitung Syamsir. Pemerintah daerah meminta masyarakat tidak melakukan pengisian BBM secara berulang, sementara pengisian oleh pengerit akan diatur berdasarkan pendataan dan waktu khusus.
"Peninjauan kita hari ini kita laksanakan dulu tiga hari. Kita imbau saudara-saudara kita yang umum, enggak usah berulang-ulang mengisi," kata Syamsir.

Syamsir mengatakan pemerintah akan mendata pengerit dan mengatur waktu pengisian agar tidak mengganggu masyarakat umum. Pengerit juga diminta memastikan BBM yang diperoleh disalurkan kepada pengecer.
"Kalau misalnya dia malam jam 5 sampai jam ini ngambil, pagi sampai sore enggak boleh ganggu yang umum. Kita komitmen aja, malam aja," ujarnya.
Pemerintah daerah juga meminta Pertamina mengatur pembongkaran BBM pada sore hingga malam hari agar seluruh SPBU dapat beroperasi serentak sejak pukul 07.00 WIB.
Sementara itu, Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga Wilayah Belitung, Rafli Alhaq mengatakan Pertamina masih mengevaluasi penerapan sistem ganjil-genap yang baru diberlakukan.
"Implementasi ini baru hari pertama. Kita perlu memaklumi efektivitas dari sebuah kebijakan. Apakah ada impact dari panic buying ataupun lainnya, itu masih bisa berdampak terhadap meningkatnya antrean hari ini," kata Rafli.

Rafli menyebut Pertamina telah meningkatkan penyaluran BBM untuk menjaga ketersediaan stok. Untuk wilayah Belitung dan Belitung Timur, penyaluran saat ini mencapai 324 kiloliter per hari, meningkat dari kondisi normal sekitar 240 kiloliter.
"Untuk Belitung dan Belitung Timur, kita sudah tingkatkan hingga 324 KL, di mana biasanya untuk suplai normal sekitar 240 KL," ujarnya.
Pertamina memastikan stok BBM masih aman. Pertalite disebut memiliki cakupan hingga lima hari ke depan, sedangkan Pertamax sekitar tiga hari, dengan suplai kapal yang terus didatangkan secara berkala.
"Kami pastikan aman. Untuk Pertalite masih ada cakupan hingga lima hari ke depan, Pertamax juga masih ada untuk tiga hari ke depan," kata Rafli.
Di sisi lain, salah seorang pengerit di SPBU Air Merbau, Kiki berharap pemerintah memberikan kemudahan bagi pengerit untuk mendapatkan BBM yang selanjutnya disalurkan ke kios pengecer.
"Kalau seandainya pengerit ini benar-benar dipermudah, di kios-kios itu ada semua. Tersalurkan semua kalau pengerit-pengerit ini dipermudah," kata Kiki.
Ia mengaku pembelian BBM oleh pengerit dalam beberapa waktu terakhir dibatasi sehingga pasokan ke kios pengecer ikut berkurang.
Pemerintah Kabupaten Belitung bersama Pertamina selanjutnya akan mengevaluasi pengaturan BBM tersebut untuk menjaga ketersediaan Pertalite sekaligus mengurai antrean di SPBU.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....