Dampak Erupsi Krakatau, Penerbangan Pangkalpinang-Jakarta Dibatalkan
- 07 Sep 2026 16:46 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau memicu pembatalan massal penerbangan rute dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 6–7 September 2026. Dampak dari penutupan Bandara Soekarno-Hatta tersebut turut melumpuhkan lalu lintas udara di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Depati Amir, Muhammad Haekal, mengonfirmasi bahwa seluruh jadwal penerbangan tujuan Jakarta terpaksa dibatalkan karena menyesuaikan jam operasional bandara serta penerbitan Notice to Airmen (NOTAM).
"Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap Bandara Depati Amir pada tanggal 6 dan 7 hari ini adalah pembatalan penerbangan dari dan ke Soekarno-Hatta, karena dari kemarin Soekarno-Hatta tutup," kata Haeka, Senin 7 September 2026.
Haekal menjelaskan, sesuai NOTAM, penutupan Bandara Soekarno-Hatta dijadwalkan berlangsung hingga pukul 18.00 WIB. Mengingat jam operasional (operating hours) Bandara Depati Amir juga berada di rentang waktu yang sama, seluruh penerbangan ke Jakarta untuk hari ini dipastikan tidak dapat beroperasi.
Meski rute Jakarta lumpuh total, penerbangan ke destinasi lain masih berjalan normal.
"Penerbangan selain ke Soekarno-Hatta, seperti dari dan ke Palembang, Tanjung Pandan (Belitung), serta Yogyakarta pada hari kemarin, tetap berjalan sebagaimana mestinya," kata Haekal.
Penutupan rute Jakarta berdampak signifikan terhadap penurunan arus penumpang di Bandara Depati Amir. Dalam kondisi normal, pergerakan penumpang di bandara ini berkisar antara 2.500 hingga 3.000 orang per hari.
Namun, akibat pembatalan massal ini, tercatat sebanyak 2.180 calon penumpang batal berangkat.
"Hari ini penerbangan yang beroperasi hanya rute Palembang ke Pangkalpinang serta Pangkalpinang ke Tanjung Pandan pulang-pergi, total ada empat flight," katanya.
Untuk penanganan calon penumpang yang batal terbang pada tanggal 6 dan 7 September, pihak maskapai penerbangan menyediakan dua opsi penanganan, yakni reschedule (penjadwalan ulang) atau refund(pengembalian uang tiket).
Terkait kepastian pembukaan kembali rute penerbangan, pihak otoritas bandara masih terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik di area Soekarno-Hatta. Berdasarkan hasil pengamatan paper testterbaru di Bandara Soekarno-Hatta, paparan abu vulkanik dilaporkan mulai berkurang dan menunjukkan hasil negatif.
Meski erupsi dilaporkan telah terhenti sejak dini hari pukul 00.40 WIB, pembukaan rute udara masih harus menunggu evaluasi berlanjut mengenai pergerakan arah angin dan pembersihan sisa abu di udara.
"Kalau erupsinya sudah selesai, kita tentunya menunggu abu vulkaniknya ini turun ke tanah. Pengurangannya sangat bergantung pada arah angin dan faktor alam lainnya," kata Haekal.
Terpisah, terkait hal ini, Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, mengimbau masyarakat untuk bersabar dan memahami kondisi darurat yang terjadi.
Ia menegaskan, pembatalan penerbangan merupakan langkah keselamatan murni karena faktor alam.
"Ini kan dari gunung, bukan karena manusia, tapi karena alam. Kita tunggu saja, mungkin besok sudah bisa terbang lagi. Ini force majeure, semua pihak tidak bisa mengatasinya, apalagi kita. Jadi masyarakat harap sabar," kata Hidayat, Senin 7 September 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....