Potensi Karhutla di Bangka Belitung Risiko Tinggi
- 23 Jul 2026 11:42 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang bulan Juli 2026.
Plt Kepala BPBD Babel, Agus Afandi, mengatakan, wilayah Babel saat ini masuk dalam kategori risiko tinggi karhutla akibat fenomena cuaca yang tidak menentu. Berdasarkan data BMKG, wilayah Babel mengalami anomali cuaca yang cukup unik akibat dampak dari El Nino.
"Kondisi kita pada bulan Juli ini memang punya risiko tinggi untuk karhutla. Namun, di sisi lain kita juga masih punya potensi hujan. Jadi selain panas pengaruh El Nino, tiba-tiba bisa turun hujan seperti yang terjadi malam tadi," ujar Agus, Kamis 23 Juli 2026.
BPBD mencatat luasan lahan yang terdampak kebakaran dari bulan Juni hingga Juli ini telah mencapai puluhan hektar, dengan sebaran kasus di beberapa titik yang sama.
Berdasarkan data luas lahan terbakar: Mencapai sekitar 82 hektar. Sedangkan jumlah peristiwa sebanyak 42 kejadian kebakaran. Sementara itu, beberapa kebakaran bersifat berulang di lokasi yang sama.
Berdasarkan pemetaan titik panas (hotspot) dan realita di lapangan, BPBD Babel mendeteksi wilayah paling rawan karhutla berada di sepanjang pesisir barat Pulau Bangka.
"Daerah yang paling banyak terdata terjadi karhutla itu berada di pesisir barat. Jalurnya mulai dari Mentok, tembus ke bawah menuju Tempilang, hingga ke arah Permis dan Gusung," katanya.
Terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang memperkirakan musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang, seiring adanya potensi fenomena El Nino yang diprediksi masih bertahan hingga awal tahun 2027.
Hal tersebut disampaikan Prakirawan BMKG Pangkalpinang, Slamet Supriadi, berdasarkan hasil monitoring kondisi iklim terbaru.
Slamet mengatakan, peluang terjadinya El Nino masih cukup besar sehingga berpotensi memperpanjang durasi musim kemarau, termasuk di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.
"Berdasarkan hasil monitoring, peluang terjadinya El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga awal tahun 2027. Dengan kondisi tersebut, musim kemarau diperkirakan juga akan berlangsung hingga awal tahun," ujarnya, Senin 20 Juli 2026.
Ia menjelaskan, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026. Pada periode tersebut, curah hujan diprediksi semakin berkurang sehingga masyarakat diimbau untuk mulai mengantisipasi dampak kekeringan, terutama terkait ketersediaan air bersih dan potensi kebakaran hutan maupun lahan (karhutla).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....