Inflasi Babel Agustus 2026 3,94 Persen, Bangka Barat Tertinggi

  • 01 Sep 2026 20:42 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat inflasi tahun ke tahun (year on year/y-on-y) di wilayah tersebut mencapai 3,94 persen pada Agustus 2026, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di level 109,31.

Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sugeng Arianto, mengatakan, inflasi y-on-y tertinggi di tingkat kabupaten/kota terjadi di Kabupaten Bangka Barat.

"Inflasi y-on-y tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terjadi di Kabupaten Bangka Barat sebesar 4,43 persen dengan IHK sebesar 107,44. Sementara itu, inflasi y-on-y terendah terjadi di Kabupaten Belitung Timur sebesar 3,27 persen dengan IHK sebesar 109,30," ujar Sugeng, Selasa 1 September 2026.

Sugeng menjelaskan, lonjakan inflasi y-on-y didorong oleh kenaikan indeks harga pada mayoritas kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang lonjakan tertinggi, disusul oleh perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat pergerakan inflasi secara bulanan (month to month/m-to-m) dan tahun berjalan (year to date/y-to-d).

“Secara bulanan (m-to-m), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami inflasi sebesar 0,81 persen. Adapun tingkat inflasi tahun berjalan (y-to-d) berada di angka 2,03 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) fokus pengawasan pangan saat ini tertuju pada penanganan inflasi, khususnya menyikapi tingginya harga daging ayam di wilayah tersebut.

Kepala DPKP Babel, Kurniawan mengatakan, pihaknya diminta oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar memberikan perhatian khusus serta langkah tindak lanjut atas lonjakan harga yang terjadi. Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi inflasi bersama Kemendagri secara virtual Senin 31 Agustus kemarin.

Meski belum memfokuskan pengawasan pada potensi penimbunan akibat fenomena cuaca atau kemarau, DPKP Babel memastikan Satuan Tugas (Satgas) Pangan siap bergerak cepat jika ditemukan indikasi permainan harga di lapangan.

"Belum ke arah sana (pengawasan penimbunan kemarau). Kemarin fokus rapatnya memang khusus inflasi dari Kemendagri, menindaklanjuti harga daging ayam di Babel yang terpantau tinggi," kata Kurniawan, Selasa 1 September 2026.

DPKP Babel akan terus memantau fenomena pergerakan harga serta menindaklanjuti setiap laporan dari masyarakat. Apabila ditemukan indikasi penyimpangan atau penyelewengan harga yang tidak wajar, pemerintah daerah tak segan melakukan penindakan tegas melalui inspeksi mendadak (sidak) hingga berkoordinasi dengan Tim Satgas Saber Pungli/Pusat.

"Nanti kita lihat fenomenanya atau laporan yang masuk untuk menentukan intervensinya. Kalau ada penyelewengan harga, kita bisa sidak dan libatkan Tim Satber," katanya.

Di samping langkah pengawasan, DPKP Babel juga mengimbau kepada para agen dan pedagang agar tidak memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan berlebih. Pelaku usaha diminta tetap mematuhi Harga Acuan Penjualan (HAP) yang telah ditetapkan pemerintah.

"Kami imbau para pedagang dan terutama agen untuk menempatkan harga yang wajar. Semua sudah tahu HAP-nya berapa, jadi mari kita upayakan agar masyarakat tetap bisa menikmati bahan pangan dengan harga yang baik," katanya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....