Kelenteng Ho Hap Miaw Merawang Kembali Gelar Tradisi Chit Ngiat Pan

  • 28 Agt 2026 17:27 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Merawang - Kelenteng Ho Hap Miaw Merawang kembali menggelar tradisi Chit Ngiat Pan atau Sembahyang Rebut pada Kamis, 27 Agustus 2026. Acara tahunan yang kental dengan nilai budaya ini dihadiri oleh warga Tionghoa dan masyarakat setempat hingga puncak acara pada Jumat, 28 Agustus 2026 dini hari.

Ketua Pelaksana Sembahyang Rebut Kelenteng Ho Hap Miaw, Darwin mengatakan, tradisi ini dilaksanakan setiap bulan ke-7 tanggal 15 dalam penanggalan Imlek sebagai warisan budaya masyarakat Tionghoa. Ia juga mengatakn panitia sudah menyiapkan berbagai sesajian sejak pagi hari untuk dipersembahkan dalam ritual.

"Sebagian besar di sini yang dihidangkan untuk kemudian direbut adalah hasil bumi seperti beras, buah-buahan, dan lainnya. Tujuannya untuk memberi makan kepada arwah-arwah yang gentayangan," katanya.

Sebelumnya, warga juga telah mempersiapkan patung Thai Se Ja setinggi 9 meter dan sebuah replika kapal sebagai bagian dari rangkaian ritual. Darwin mengatakan, pembuatan patung tersebut dilakukan secara gotong royong oleh sekitar 50 masyarakat Merawang dan membutuhkan waktu hingga empat bulan.

"Patung Thai Se Ja ini disebutnya patung raja hantu. Selain patung Thai Se Ja juga ada kapal, kita bilangnya sebagai alat transportasi untuk kembalinya para arwah tersebut ke alam mereka lah," katanya.

Puncak Sembahyang Rebut ditandai dengan warga memperebutkan sesajian yang telah disiapkan di area kelenteng. Rangkaian ritual ditutup dengan pembakaran patung Thai Se Ja dan replika kapal.

Kemeriahan tradisi ini turut menarik perhatian salah satu warga sekitar, Angel yang mengaku sangat antusias mengikuti Sembahyang Rebut tahun ini. Ia juga mengatakan sempat melakukan sembahyang di kelenteng sebelum puncak acara dimulai.

"Doanya semoga bahagia selalu, diberi perlindungan dan kesehatan," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....