Halo RRI: Warga Keluhkan Pindah Domisili dan Sampah Sungai Air Anyir
- 25 Mei 2026 22:56 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat - Jamil, warga Pangkal Beras, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, mengeluhkan proses pindah domisili anaknya yang mengalami gangguan kejiwaan. Hal itu ia sampaikan pada acara "Halo RRI" Pro 1 RRI Sungailiat, Senin, 25 Mei 2026.
Jamil mengatakan saat ini anaknya tinggal bersamanya setelah dipindahkan domisilinya dari Riau Silip, Kabupaten Bangka. Namun surat pemindahan itu belum ia terima dari pihak berwenang sehingga obat penenang untuk anaknya tidak bisa ditebus di Kecamatan Kelapa.
"Di Riau Silip nggak dikasih obat penenangnya, sedangkan anak saya kondisi kejiwaannya sudah lama, jadi sekarang sering kumat, saya kalau malam-malam menjaganya, sedangkan saya satpam di kebun sawit, kadang-kadang terpaksa saya meninggalkan pekerjaan saya," kata Jamil.
Dia mengeluh bahwa proses pindah domisili anaknya kembali ke Pangkal Beras sudah berlangsung selama seminggu namun masih dalam proses. Ia mempertanyakan mengapa proses tersebut bisa memakan waktu lama padahal anaknya mengalami gangguan kejiwaan, sementara untuk menebus obat anaknya harus berdomisili di Kecamatan Kelapa terlebih dahulu. Karena itu, ia berharap Dinas Kesehatan atau Dinas Sosial dapat membantu.
Keluhan lain yang masuk ke program "Halo RRI" datang dari Sofyan, warga Desa Balun Ijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Ia mengadukan adanya tumpukan sampah di alur Sungai Air Anyir. Hal ini meningkatkan risiko pencemaran sungai dan memicu bencana alam seperti banjir.
"Kalau nggak segera dibersihkan, nanti tumpukan sampah tersebut larinya ke laut, ke Pantai Air Anyir sana. Ini sudah kedua kalinya saya lihat pemandangan seperti itu, apalagi Pantai Air Anyir kan juga tempat wisata," kata Sofyan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....