Asap Karhutla Ancam Kesehatan Masyarakat

  • 24 Agt 2026 16:46 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir menjadi ancaman serius yang tak hanya menyisakan persoalan api serta kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Dokter Ahli Madya PKM Sungailiat Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, dr. Aditya Naruritta mengatakan, walaupun kejadian karhutla di Kabupaten Bangka belum separah daerah lain, tetapi kewaspadaan sudah mesti ditingkatkan sejalan dengan penanganan kebakaran itu sendiri.

“Memang kita belum terlalu ya, tapi ini darurat yang mana asap pembakaran ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti saluran pernapasan, batuk, mata bisa perih dan lainnya,” kata dr Aditya Narurita kepada RRI, Senin 24 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, kelompok rentan menjadi perhatian utama, anak-anak, ibu hamil serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan dan jantung, bahkan semakin komplek ketika bersamaan dengan kekeringan yang mempengaruhi kualitas air bersih.

“Kita meminta masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar jika kualitas udara memburuk, gunakan masker saat keluar rumah, perbanyak minum air putih, hingga menjaga kualitas udara di dalam rumah dengan menutup jendela saat udara diluar terasa pekat,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Damkar Satpol PP Kabupaten Bangka, bahwa kejadian karhutla telah mencapai 200 lebih titik dengan total luasan yang yang terbakar mencapi 300 hektar lebih yang terjadi dalam periode Januari hingga Agustus 2026 ini.

“Kondisi cuaca panas dengan vegetasi yang kering, semakin membuat potensi rentan kebakaran sehingga memicu runtutan kejadian karhutla di kabupaten bangka,” ujar Plt Kabid Damkar Satpol PP Bangka, Rudi Ardiansyah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....