BPBD Bangka Belitung Catat 82 Hektar Karhutla Terjadi Selama Musim Kemarau

  • 27 Jul 2026 22:13 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat luasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya telah mencapai sekitar 82 hektar.

Meski demikian, seluruh titik api yang terdata dipastikan sudah berhasil ditangani oleh tim di lapangan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPBD Bangka Belitung, Agus Afandi, mengatakan, pola kebakaran yang terjadi cenderung tersebar di beberapa titik dengan skala yang relatif kecil sehingga tidak sampai membesar atau meluas secara berkelanjutan.

"Alhamdulillah, yang ada di data kita berarti yang sudah ditangani. Karena spot-spot-nya tidak besar dan tidak sampai berkelanjutan. Jadi begitu terjadi, tim langsung turun memadamkan," kata Agus, Senin 27 Juli 2026.

Agus menjelaskan, pemicu utama karhutla di lapangan masih sulit dipastikan karena pelaku pembakaran kerap tidak ditemukan. Namun, berdasarkan analisis awal, kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah pemukiman serta upaya pembukaan lahan pertanian atau perkebunan.

"Kalau analisisnya, ada yang berasal dari pembakaran sampah. Kemudian ada juga penyumber api yang diduga berasal dari aktivitas warga yang sedang membersihkan atau membuka lahan," katanya.

Menghadapi tingginya potensi karhutla pada musim kemarau saat ini, BPBD mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam menggunakan api untuk kegiatan sehari-hari. Agus secara tegas meminta warga tidak membakar sampah sembarangan dan menghentikan praktik pembersihan lahan dengan cara dibakar.

"Membakar lahan memang terlihat lebih gampang karena tidak perlu menebas atau menebang, tetapi dampaknya bisa memicu kebakaran besar. Begitu api membesar, proses pemadamannya sangat sulit karena lokasinya kerap berada di dalam hutan yang tidak memiliki akses jalan," katanya.

Ia menambahkan, kesadaran dan kehati-hatian masyarakat dalam mengelola lingkungan sekitar menjadi kunci utama untuk mencegah terjadinya bencana karhutla yang lebih luas di Bangka Belitung.

Terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan (BMKG) Pangkalpinang memperkirakan musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang, seiring adanya potensi fenomena El Nino yang diprediksi masih bertahan hingga awal tahun 2027.

Hal tersebut disampaikan Prakirawan BMKG Pangkalpinang, Slamet Supriadi, berdasarkan hasil monitoring kondisi iklim terbaru.

Slamet mengatakan, peluang terjadinya El Nino masih cukup besar sehingga berpotensi memperpanjang durasi musim kemarau, termasuk di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

"Berdasarkan hasil monitoring, peluang terjadinya El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga awal tahun 2027. Dengan kondisi tersebut, musim kemarau diperkirakan juga akan berlangsung hingga awal tahun," ujarnya, Senin 20 Juli 2026.

Ia menjelaskan, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026. Pada periode tersebut, curah hujan diprediksi semakin berkurang sehingga masyarakat diimbau untuk mulai mengantisipasi dampak kekeringan, terutama terkait ketersediaan air bersih dan potensi kebakaran hutan maupun lahan (karhutla).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....