Juni hingga Juli 2026, BPBD Babel Catat 42 Kejadian Karhutla

  • 25 Jul 2026 12:35 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Sejak awal Juni hingga 22 Juli 2026, BPBD Bangka Belitung mencatat telah terjadi 42 kasus kebakaran lahan dan hutan.

"Jadi berdasarkan data yang dimiliki BPBD Babel, sejak awal Juni hingga 22 Juli 2026, tercatat telah terjadi 42 kasus karhutla dengan luas lahan yang terbakar mencapai 82 hektare, yang tersebar di hampir seluruh wilayah kabupaten dan kota di Babel," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Babel, Agus Afandi.

Dijelaskannya, secara umum Babel masih dipengaruhi fenomena El Nino. Meski kondisi panas masih terjadi, BMKG memprakirakan sejumlah wilayah akan turun hujan. "Turunnya hujan tidak serta-merta menghilangkan ancaman karhutla. Berdasarkan peta potensi kebakaran, Babel masih berada pada kategori very high atau sangat rawan terjadi kebakaran," ujarnya.

Sebaran titik api paling banyak, ditemukan di kawasan pesisir barat Pulau Bangka, mulai dari Mentok, Tempilang, Gusung hingga Toboali. Selain itu, lanjut Agus, titik api juga terpantau di sejumlah wilayah pesisir timur Pulau Bangka serta Pulau Belitung.

"Di Kabupaten Belitung Timur saja sudah terjadi 17 kasus kebakaran, sejak awal Juni 2026. Untuk penyebab kebakarannya, rata-rata karena aktivitas pembukaan lahan dan pembakaran sampah," ujarnya.

Sementara, warga Lintas Timur, Sungailiat, Ridwan, mengungkapkan, karhutla mulai sering terjadi di kawasan Lintas Timur Sungailiat. Kejadian ini menurutnya sudah seperti kejadian tahunan karena terus berulang.

"Sudah mulai sering terjadi di Lintas Timur ini ya, udah rutin sih tiap tahun, karena banyak yang buang puntung rokok sembarang biasanya," ucap Ridwan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....