Tekan Stunting di Babel, BKKBN Gandeng Mitra Melalui Program GENTING

  • 29 Sep 2026 14:04 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus memacu percepatan penurunan dan pencegahan stunting melalui pendekatan kolaboratif.

Salah satu langkah strategis yang dijalankan adalah mengoptimalkan Forum Sinergitas Mitra Pentahelix lewat program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).

Sekretaris Badan (Sekban) BKKBN Provinsi Babel, Isni Fahriani, mengatakan, program GENTING merupakan salah satu prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Program ini mengusung skema pendanaan swadaya dan sukarela tanpa mengandalkan APBN maupun APBD.

"GENTING ini tidak bisa berjalan sendiri. Kami bermitra dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, swasta, BUMN, BUMD, akademisi, kelompok masyarakat, hingga perorangan. Dananya murni sukarela dari seluruh pihak yang peduli terhadap pencegahan stunting," ujar Isni, Selasa 29 September 2026.

Isni menambahkan, BKKBN Babel telah mengantongi data verifikasi dan validasi lapangan terkait keluarga berisiko stunting. Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 4.868 keluarga masuk dalam sasaran prioritas intervensi.

"Sasaran utama pencegahan ini adalah ibu hamil, ibu menyusui, serta anak bawah dua tahun (baduta). Kita intervensi di awal agar tidak memunculkan kasus stunting baru di masyarakat," katanya.

Hingga saat ini, gerakan tersebut berhasil menggalang dukungan dari 82 mitra lintas sektor di 7 kabupaten/kota se-Bangka Belitung. Dari kolaborasi ini, dana taktis sebesar Rp1,17 miliar telah berhasil dihimpun dan didistribusikan langsung ke lapangan.

"Bantuan yang tersalurkan sangat beragam, meliputi pembangunan jamban dan fasilitas sanitasi, penyediaan sarana air bersih, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), pemenuhan nutrisi gizi, hingga edukasi ke masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Pjs Manajer Lazismu Babel, Mita Pratiwi mengatakan, pihaknya berfokus pada penyediaan sarana pendukung kesehatan dasar seperti sarana air bersih dan pemenuhan gizi.

"Untuk akses air bersih, pada tahun 2025 lalu kami sudah merampungkan fasilitas di Desa Labu, Kecamatan Puding Besar. Saat ini program kedua sedang berjalan di Dusun Jebu Laut, Desa Kelabat, di mana proses pengeboran sudah selesai dan tinggal menyelesaikan pembangunan tandon air," kata Mita.

Selain infrastruktur air bersih, Lazismu juga menjalankan program pemenuhan gizi langsung dan renovasi rumah layak huni yang sejalan dengan program BKKBN.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....