Imigrasi Tanjungpandan Sosialisasikan Bahaya TPPO kepada Pelajar di Beltim

  • 22 Jul 2026 20:43 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung Timur - Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan kembali mengedukasi kalangan pelajar mengenai bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) melalui program Immigration Goes To School.

Kali ini, sosialisasi digelar di SMAN 1 Manggar sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan generasi muda terhadap berbagai modus perdagangan orang yang kian marak.

Kepala Sub Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan, Ret Taria Alfani, mengatakan pelajar menjadi salah satu kelompok yang rentan menjadi sasaran pelaku TPPO. Karena itu, generasi muda perlu dibekali pemahaman agar mampu mengenali berbagai modus yang kerap digunakan, terutama tawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji tinggi.

"Kadang dibilang tidak perlu syarat macam-macam, gajinya tinggi, tinggal berangkat. Nah, modus-modus semacam ini yang perlu diwaspadai," kata Ret Taria, Rabu 22 Juli 2026.

Sejumlah murid SMAN 1 Manggar saat foto bersama dengan jajaran Imigrasi. (Foto : Imigrasi)

Menurutnya, pelaku TPPO tidak hanya menggunakan cara melalui orang asing, tetapi juga bisa memanfaatkan orang-orang terdekat untuk meyakinkan calon korban. Karena itu, para pelajar diminta tidak mudah percaya terhadap berbagai tawaran yang belum jelas kebenarannya.

"Kita harus selalu waspada, apalagi ajakan-ajakan itu kadang juga datangnya dari kerabat atau lingkungan yang dekat dengan kita," ujarnya.

Selain memberikan edukasi mengenai bahaya TPPO, Imigrasi Tanjungpandan juga memperkenalkan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas) kepada para siswa. Dalam kesempatan tersebut, pelajar mendapatkan informasi mengenai program studi, proses pendaftaran, tahapan seleksi, hingga gambaran pendidikan di sekolah kedinasan tersebut.

Sementara itu, Plt Kepala SMAN 1 Manggar, Nesi Etikasari, mengapresiasi pelaksanaan program yang digelar Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan tersebut. Ia menyebut kegiatan ini memberikan manfaat bagi siswa, khususnya dalam menambah wawasan mengenai bahaya TPPO dan informasi keimigrasian.

"Kami berterima kasih karena ini kali kedua, setelah tahun lalu juga terlaksana kegiatan serupa di sini," kata Nesi.

Nesi berharap program Immigration Goes To School dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga para siswa tetap waspada dan mampu mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi berbagai tawaran yang berpotensi merugikan di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....