Jagung Hibrida Budidaya Lapas Pangkalpinang Siap Dipanen Akhir Juli
- 08 Jul 2026 14:57 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Jagung pipil hibrida hasil budidaya Lapas Kelas IIA Pangkalpinang siap dipanen pada akhir Juli 2026.
Keberhasilan ini didukung penggunaan kompos produksi Lapas berbahan utama Fly Ash, limbah non-B3 hasil pembakaran batu bara yang mampu meningkatkan kesuburan tanah.
Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, mengatakan bahwa budidaya jagung pipil merupakan wujud nyata pembinaan kemandirian yang berorientasi pada produktivitas sekaligus implementasi dukungan terhadap Asta Cita Presiden dan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat ketahanan pangan.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap program pembinaan memberikan manfaat yang nyata. Budidaya jagung pipil ini menjadi bukti bahwa Warga Binaan mampu menghasilkan produk pertanian yang berkualitas melalui kerja keras,” ujar Sugeng, Rabu 8 Juli 2026.
Sugeng menambahkan, pihaknya terus mengoptimalkan pembinaan kemandirian melalui pelibatan Warga Binaan yang memiliki kompetensi di bidang pertanian. Menurutnya, pemanfaatan kompos berbahan utama Fly Ash juga menjadi salah satu inovasi yang terbukti mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.
"Kami berharap hasil panen dapat dipasarkan kepada masyarakat sehingga semakin memperkuat kepercayaan publik bahwa program pembinaan di Lapas mampu melahirkan Warga Binaan yang produktif, mandiri, dan memiliki nilai ekonomi," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Mulsa Afrianto, mengatakan pengelolaan jagung pipil dilaksanakan secara terstruktur dengan melibatkan dua orang Warga Binaan sejak proses penanaman hingga menjelang panen.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengasah keterampilan, membangun disiplin, sekaligus menumbuhkan etos kerja, tanggung jawab, dan jiwa produktif.
"Hasil panen nantinya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan internal sekaligus dipasarkan kepada masyarakat melalui kerja sama dengan Toko Acun Aquarium mitra pemasaran hasil pembinaan," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....