Rotasi Pejabat di Kanwi Ditjen Pas Babel Upaya Cegah Konflik Kepentingan
- 08 Jul 2026 14:55 WIB
- Sungailiat
Poin Utama
- Ade Agustina melantik 40 pejabat Eselon V di jajaran Ditjen Pemasyarakatan se-Bangka Belitung pada Rabu 8 Juli 2026 sebagai bentuk penyegaran organisasi dan pencegahan konflik kepentingan.
- Rotasi menargetkan pejabat yang telah menduduki posisi sama lebih dari 5 tahun, dengan penempatan ditemukan saat proses pelantikan berlangsung sebagai konsekuensi komitmen pejabat Eselon V.
RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjen Pemasyarakatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, melantik 40 pejabat Eselon V di jajaran Ditjen Pas se-Bangka Belitung, Rabu 8 Juli 2026. Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk penyegaran organisasi sekaligus memutus potensi conflict of interest (konflik kepentingan) di lingkungan Pemasyarakatan.
Ade Agustina menjelaskan, rotasi kali ini menyasar para pejabat yang telah menduduki posisi dan tempat yang sama dalam waktu yang cukup lama.
"Yang dilantik ada 40 orang, semua se-Bangka Belitung kita rotasi. Terutama mereka yang sudah lama, lebih dari 5 tahun berada di lapas yang sama dan jabatan yang sama. Itu sudah melanggar ketentuan, harusnya maksimal 5 tahun. Ini organisasi tidak jalan kalau tidak ada rotasi," ujar Ade.
Pada proses pemindahan ini, para pejabat baru mengetahui lokasi penempatan tugas mereka yang baru saat berbaris di tempat pelantikan dan surat keputusan dibacakan. Menurut Ade, hal tersebut merupakan konsekuensi logis dari komitmen awal sebagai pejabat Eselon V yang harus siap ditempatkan di mana saja.
Meski begitu, Ade memastikan seluruh pergeseran ini masih berada di wilayah kerja Kepulauan Bangka Belitung.
“Masih di Kepulauan Bangka Belitung, belum keluar dari sini. Untuk yang di Belitung, kami sesuaikan dengan mereka yang memang bertempat tinggal di Belitung," ucapnya.
Sektor pengawasan di Lapas Narkotika menjadi salah satu poin krusial yang disorot oleh Kakanwil Pas Babel. Dengan dinamika penjagaan yang tinggi, jumlah warga binaan yang padat, serta sorotan tajam dari publik dan media, Lapas Narkotika dinilai membutuhkan figur pemimpin yang tangguh dan komunikatif.
Formasi baru di Eselon V ini diharapkan mampu memperbaiki pola komunikasi publik yang sebelumnya dinilai kurang informatif kepada wartawan. Ade mengingatkan agar jajarannya cermat dalam memproses informasi sebelum menyampaikannya ke media guna menghindari salah informasi.
"Lapas Narkotika itu menjadi sorotan. Maka berdasarkan hasil asesmen, pejabat yang ditempatkan di situ adalah mereka yang dinilai mampu bekerja di bawah tekanan dan dalam kondisi kritis," katanya.
Ia berharap para pejabat Eselon V yang baru mampu menjadi figur teladan bagi warga binaan, menjaga kedisiplinan, dan membangun pola komunikasi yang persuasif di dalam lapas. "Mereka harus betul-betul menjadi figur bagi para warga binaan untuk ikut dengan aturan yang ada, tentu dengan komunikasi yang baik," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Novriadi B, mengatakan, razia di dalam Lapas dilakukan secara berkala dan bertahap demi menjaga stabilitas keamanan serta menyiasati keterbatasan personel.
Lanjut dia, razia dilakukan dari kamar ke kamar, di mana setiap satu kali operasi menyasar 2 hingga 3 kamar secara acak setiap beberapa hari.
“Hampir 200 unit handphone berhasil disita di dalam Lapas sepanjang periode Januari hingga Juni 2026. Seluruh barang bukti handphone tersebut akan segera diserahkan ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenimipas untuk ditindaklanjuti,” ujar Novriadi.
Dalam rangkaian razia berkala tersebut, petugas memastikan temuan narkoba di dalam kamar hunian adalah nihil, namun penyitaan fokus pada alat komunikasi (HP) yang menjadi celah utama pengendalian luar.
"Ini menjadi komitmen bersama kami dan teman-teman Lapas untuk bersinergi lebih giat dan aktif, bagaimana supaya Bangka Belitung ini bisa kita cegah dan kita putus jaringan peredaran narkobanya," kata Novriadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....