Aktivis Lingkungan Minta Pemkab Bangka Manfaatkan Fasilitas Pengolahan Sampah

  • 25 Mei 2026 12:52 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Bangka - Komunitas Bangka Environment Creative Activist of "Kawa" (BECAK) Bangka Belitung berharap fasilitas pengolahan sampah di Kabupaten Bangka yang selama ini terbengkalai segera dimanfaatkan. Berbagai fasilitas yang telah dibangun dengan anggaran miliaran rupiah tersebut, jika dimanfaatkan akan sangat berdampak positif untuk mengurangi volume sampah, bahkan bisa menghasilkan nilai ekonomis bagi masyarakat.

"Kita di Kabupaten Bangka ini setidaknya punya lebih dari sepuluh fasilitas atau sarana prasarana pengolahan sampah yang pernah dibangun. Ada TPST, TPS 3R, rumah kompos, ada bank sampah yang sudah dibangun, baik oleh pemerintah baik daerah maupun pusat, tapi sayang sekali kondisinya tidak ada aktivitas," kata Ketua Umum BECAK Babel, Arinda Unigraha, kepada RRI, di Sungailiat, Senin, 25 Mei 2026.

Semua fasilitas tersebut dikatakan Arinda mestinya di aktifkan kembali, bisa saja dengan melibatkan swasta sebagai 'Bapak Asuh' agar program pemberdayaan masyarakat di lokasi fasilitas tadi bisa berjalan mandiri sebelum sampah-sampah ini bermuara di TPA.

"Karena seharusnya sampah yang masuk ke TPA itu hanya sampah residu saja," ujarnya.

Saat ini diungkap Arinda jika dalam upaya pengurangan dan pengolahan sampah sebenarnya pemerintah sudah memiliki roadmap yang jelas. Namun untuk berjalan efektif butuh komitmen bersama antar pemerintah daerah dan masyarakat untuk menjalankan roadmap tersebut agar permasalahan sampah bisa teratasi.

"Roadmap pengurangan dan pengolahan sampah itu sudah dibuat yang berapa waktu lalu di tingkat pusat oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), di tingkat provinsi serta kabupaten/kota juga sudah dilakukan," ujar Arinda.

Arinda mengungkapkan, pada roadmap pengurangan dan penanganan sampah itu sudah jelas bagaimana pola-pola pengurangan, pola penanganan sampah, keterlibatan unsur-unsur, stakeholder, dan keterlibatan masyarakat.

"Semua itu yang nanti bermuara pada pengurangan timbunan sampah di lingkungan masyarakat," ujarnya.

Lanjut Arinda, seharusnya Pemkab Bangka tidak lagi mengerjakan sampah ini sebatas menjalankan program kerja saja, tapi sudah harus mengarah pada investasi hijau, investasi sosial, atau setidaknya ke program sirkular ekonomi yang memberdayakan masyarakat untuk mengelola sampah sehingga menghasilkan nilai rupiah.

"Kalau ini dijalankan, ke depan masyarakat akan mengolah sawah secara mandiri karena mendapatkan hasil dari aktivitas pengolahan sampah itu.

Sementara salah seorang warga Matras, Erlinda mengakui jika rumah pengolahan sampah yang dibangun beberapa tahun lalu di Kelurahan Matras tepatnya di depan bangunan ‘Exotis Matras’ memang tidak pernah beraktivitas. Dia menyayangkan kondisi tersebut, padahal anggaran pembangunannya tak sedikit.

“Sangat disayangkan sekali, itu kan dibangun dengan biaya ratusan juta, bisa jadi di atas satu miliar rupiah, bahkan tidak pernah beroperasi, mesin-mesinnya juga tidak tahu kemana barangnya, juga kendaraan operasionalnya tak tahu rimbanya, dulu pernah ada saya melihat itu semua, semoga ini menjadi perhatian Pemkab Bangka,” ucap Erlinda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....