Pelindo Tanjungpandan Terapkan Sistem STID dan SIMON TKBM
- 21 Mei 2026 15:36 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjungpandan bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tanjungpandan mulai menerapkan sistem Single Truck Identification Data (STID) dan Sistem Monitoring Tenaga Kerja Bongkar Muat (SIMON TKBM) di Pelabuhan Tanjungpandan, Kamis 21 Mei 2026.
Penerapan dua sistem digital tersebut dilakukan bersama sejumlah stakeholder pelabuhan, di antaranya DPC ALFI/ILFA Tanjungpandan dan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM).
General Manager PT Pelindo Regional 2 Tanjungpandan, Andi Oktavian Dwi Cahyo mengatakan implementasi STID dan SIMON TKBM menjadi bagian dari transformasi layanan kepelabuhanan guna mendukung efisiensi arus logistik serta pencegahan praktik pungutan liar.
"STID dan SIMON TKBM yang terintegrasi dengan INAPORTNET bukan hanya solusi digital, tetapi langkah nyata transformasi layanan pelabuhan untuk mendukung efisiensi arus barang dan mencegah praktik pungli," kata Andi.
Ia menjelaskan STID merupakan sistem identifikasi kendaraan truk berbasis kartu tunggal yang dikelola secara terpusat untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi proses bongkar muat di pelabuhan.
Sementara SIMON TKBM digunakan untuk mempermudah pengelolaan tenaga kerja bongkar muat, mulai dari pendataan, pengaturan jadwal kerja hingga sistem pembayaran agar lebih tertib dan transparan.
"Implementasi ini juga sebagai bentuk komitmen mendukung upaya pencegahan korupsi melalui peningkatan transparansi dan akuntabilitas tata kelola pelabuhan," ujarnya.
Kepala KSOP Kelas IV Tanjungpandan, Bambang Chandra menilai penerapan sistem digital tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepelabuhanan secara lebih terbuka dan terintegrasi.
"Dengan diterapkannya STID dan SIMON TKBM ini, kami berharap tata kelola pelayanan di pelabuhan semakin baik, lebih transparan dan akuntabel," ucap Bambang.
Sementara itu, Ketua DPC ALFI/ILFA Belitung, Hendry Yapriadi menyambut baik implementasi dua sistem tersebut karena dinilai mampu mempercepat pelayanan logistik dan meningkatkan profesionalitas pengelolaan pelabuhan.
"Dengan sistem yang lebih modern dan transparan, aktivitas bongkar muat maupun keluar masuk kendaraan di pelabuhan akan lebih terdata dan efisien," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....