Peternak di Pangkalpinang Waswas Penjualan Hewan Kurban Turun
- 08 Mei 2026 12:03 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang - Menjelang Iduladha 2026, para peternak mengaku masih dibayangi kekhawatiran terhadap daya beli masyarakat yang dinilai belum sepenuhnya pulih.
Salah satu peternak hewan kurban di kawasan Parit Lalang, Pangkalpinang, Dahlan (50), mengatakan saat ini stok hewan kurban di kandangnya mencapai sekitar 40 ekor sapi.
Meski stok hewan kurban dinilai masih aman, Dahlan memperkirakan penjualan tahun ini berpotensi menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ekonomi masyarakat yang belum stabil disebut menjadi salah satu faktor utama.
“Kalau melihat kondisi sekarang kemungkinan ada penurunan penjualan. Ekonomi masih belum menentu. Tahun lalu kita bisa jual lebih dari 60 ekor sapi, sementara kambing sekitar 40 sampai 50 ekor,” ujarnya, Jumat 8 Mei 2026.
Ia menjelaskan, hewan kurban yang tersedia didominasi sapi Bali dan sapi Madura yang didatangkan langsung dari daerah asalnya. Selain itu, tersedia juga sapi jenis limosin dengan ukuran dan bobot yang lebih besar.
“Rata-rata bobot sapi sekitar 400 kilogram. Untuk jenis limosin ada yang mencapai 600 kilogram,” katanya.
Untuk harga, Dahlan menyebutkan sapi kurban dibanderol mulai dari Rp20 juta hingga Rp50 juta per ekor, tergantung pada bobot dan ukuran hewan. Sementara untuk kambing, harga berkisar antara Rp3 juta hingga Rp6 juta per ekor.
Sementara itu, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaper) Kota Pangkalpinang memastikan kondisi hewan ternak di wilayahnya dalam keadaan cukup baik menjelang Hari Raya Iduladha.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispaper Kota Pangkalpinang, Zunaria usai melakukan pemantauan langsung terhadap sejumlah hewan ternak.
“Dari hasil pemantauan sementara, kondisinya masih bagus. Ada satu dua yang menunjukkan gejala sakit, tapi masih wajar. Ada juga sapi yang baru datang sedikit lemah, namun itu hal biasa,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....