SPPG Air Saga Tanjungpandan Dihentikan sementara
- 04 Mei 2026 14:36 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung - Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Belitung, Enggit Clara, memastikan pihaknya menghentikan sementara pendistribusian makanan dari dapur SPPG Air Saga menyusul dugaan keracunan yang dialami puluhan siswa sekolah dasar di Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Senin 4 Mei 2026.
Kejadian tersebut terjadi di sejumlah sekolah, diantaranya SD Negeri 7 Tanjungpandan dan SD Negeri 23 Tanjungpandan. Berdasarkan laporan sementara, jumlah siswa terdampak mencapai sekitar 32 orang di SD Negeri 7, serta 22 di SD Negeri 23, dengan keluhan sakit perut, pusing, dan muntah.
Enggit mengatakan, setelah menerima laporan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kepala SPPG untuk memastikan jumlah penerima manfaat yang terdampak, sekaligus melakukan pengambilan sampel untuk uji laboratorium.
"Ini tadi kami sudah langsung berkoordinasi dengan Kepala SPPG terkait jumlah yang terdampak. Kami juga langsung melakukan uji sampel," kata Enggit, kata Enggit saat ditemui RRI di SD 7 Tanjungpandan.
Ia menyebut, beberapa makanan yang masih dalam proses pendistribusian juga langsung dihentikan sementara untuk mencegah bertambahnya korban. Selain itu, dapur SPPG Air Saga akan dilaporkan untuk disuspend hingga hasil uji keluar.
"Dapur ini juga akan kami laporkan untuk di-suspend sementara sampai hasil uji keluar, karena kami ingin mengetahui terlebih dahulu akar permasalahannya dari mana," ujarnya.
Enggit menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan sumber penyebab kejadian. Pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh menu yang didistribusikan, termasuk susu kedelai yang diduga menjadi pemicu awal.
"Sampai hari ini juga belum bisa dipastikan sumbernya dari susu, karena masih dilakukan pengecekan apakah dari susu atau dari menu lainnya," ucapnya.
Ia menegaskan kejadian ini menjadi bahan evaluasi bersama seluruh SPPG di Kabupaten Belitung agar tidak kembali terulang di kemudian hari.
Sementara itu, Wakil Bupati Belitung, Syamsir, mengatakan Pemerintah Kabupaten Belitung telah memerintahkan penghentian sementara operasional dapur SPPG Air Saga sambil menunggu hasil uji laboratorium.
"Dapur kita stopkan dulu sampai menunggu hasil laboratorium," kata Syamsir.
Ia menambahkan, Pemkab Belitung juga akan menggelar rapat internal bersama perangkat daerah terkait untuk mengevaluasi pelaksanaan program MBG agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
"Setelah hasil laboratorium keluar, kami langsung rapat koordinasi dengan pemerintah kabupaten, dengan seluruh OPD, termasuk dapur. Jangan sampai nanti terulang, jangan sampai anak-anak kita jadi korban," ujarnya.
Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga masih melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....