Express Bahari 3E Putar Balik ke Belitung, karena Gangguan Mesin

  • 10 Jun 2026 12:56 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung - Kapal Express Bahari 3E rute Belitung-Pangkal Balam putar balik ke Belitung katena gangguan mesin kanan saat pelayaran, Rabu 10 Juni 2026 pagi. Gangguan diduga jumbobek tersangkut pada baling-baling kapal.

Kapten Express Bahari 3E, Dedek Kurniawan, mengatakan awak kapal mulai merasakan adanya kejanggalan pada bagian kanan kapal tidak lama setelah keberangkatan dari Pelabuhan Tanjungpandan.

"Awalnya kami berangkat seperti biasa. Namun saat kapal mulai berjalan, kami merasakan ada yang berbeda di bagian kanan kapal. Biasanya kalau ada sesuatu yang mengganggu propeller, kami bisa langsung merasakannya," kata Dedek.

Menurutnya, kapal kemudian dihentikan sementara di luar alur pelayaran untuk dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pengecekan oleh penyelam, ditemukan jumbobek dalam kondisi utuh tersangkut pada propeller kanan.

"Petugas penyelam kemudian melakukan pemeriksaan dan menemukan ada jumbobek yang tersangkut di propeller atau baling-baling kanan dalam kondisi utuh," ujarnya.

Setelah benda tersebut berhasil dilepaskan, kapal kembali melanjutkan perjalanan. Namun saat memasuki wilayah Selat Nasik, mesin kanan kembali mengalami gangguan hingga akhirnya mati.

"Daripada perjalanan diteruskan, kami memilih mencari opsi yang paling aman. Jika tetap dipaksakan berlayar ke Bangka dengan kondisi satu mesin mati dan hanya dua mesin yang beroperasi, kami diperkirakan baru tiba pada sore hari. Karena itu kami memutuskan untuk putar balik," ucapnya.

Dedek menjelaskan, kapal berangkat dari Belitung sekitar pukul 07.10 WIB dan memutuskan kembali ke Belitung sekitar pukul 08.20 hingga 08.30 WIB setelah berkoordinasi dengan pihak manajemen perusahaan.

"Keputusan tersebut juga sudah kami koordinasikan dengan Kepala Cabang. Saat masih mendapatkan sinyal komunikasi, kami menyampaikan kondisi yang terjadi dan diputuskan untuk kembali ke Belitung," katanya.

Sementara itu, Rini, salah seorang penumpang Express Bahari 3E, mengaku sempat kecewa karena perjalanannya harus tertunda. Namun, ia memahami keputusan nakhoda dan pihak perusahaan untuk memutar balik kapal demi keselamatan seluruh penumpang.

"Sempat kecewa karena ada keperluan yang harus segera diselesaikan di Pangkalpinang. Tapi setelah dijelaskan kondisi kapal mengalami gangguan, saya rasa keputusan putar balik ini memang yang terbaik. Keselamatan penumpang tentu harus menjadi prioritas," kata Rini.

Menurutnya, lebih baik perjalanan dibatalkan sementara daripada dipaksakan berlayar dan berisiko menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan di tengah laut.

Saat kejadian, kapal mengangkut sekitar 320 penumpang. Pihak operator memastikan akan menyiapkan pelayaran tambahan pada Kamis 11 Juni 2026, untuk mengakomodasi penumpang terdampak. Penumpang yang telah membeli tiket juga diberikan pilihan untuk melakukan refund atau pembatalan perjalanan.

Saat ini kapal masih menjalani proses perbaikan dan ditargetkan kembali beroperasi pada pelayaran berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....