Pelaku Usaha di Manggar Antisipasi Kenaikan Harga LPG Nonsubsidi

  • 23 Apr 2026 11:07 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung Timur – Kenaikan harga LPG nonsubsidi di Kabupaten Belitung Timur, mulai menuai reaksi dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari pelaku usaha kafe yang harus beradaptasi dengan perubahan biaya operasional.

Manajer Operasional Cemara Coffee, Arif Riva, mengatakan bahwa kenaikan harga gas sebenarnya telah diantisipasi sejak awal perencanaan usaha. Menurutnya, dalam bisnis Food and Beverage (F&B), fluktuasi harga bahan baku, termasuk LPG, merupakan hal yang harus diperhitungkan secara matang.

“Sejak awal kami sudah mengantisipasi kemungkinan kenaikan bahan baku, termasuk gas. Dalam perhitungan, harga menu sudah kami naikkan sekitar 15 hingga 20 persen sebagai langkah antisipasi,” ujar Arif saat ditemui di Cemara Coffee, Kamis, 23 April 2026.

Ia menambahkan, penggunaan LPG di kafe tersebut menggunakan tabung ukuran 12 kilogram dengan kebutuhan sekitar lima tabung untuk operasional dan dua tabung sebagai cadangan. Dalam pemakaian normal, satu tabung gas dapat bertahan selama dua hingga tiga hari.

Terkait kenaikan harga, Arif menyebut sebelumnya LPG 12 kilogram dibeli dengan harga sekitar Rp230 ribu per tabung, termasuk ongkos kirim. Sementara informasi terbaru menunjukkan adanya kenaikan menjadi sekitar Rp245 ribu per tabung.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Belitung Timur, Harli Agusta, membenarkan adanya kenaikan harga LPG nonsubsidi baik untuk ukuran 5 kilogram maupun 12 kilogram. Ia menyebut, kenaikan tersebut dipengaruhi oleh dinamika global, termasuk faktor geopolitik, serta telah dikonfirmasi langsung ke pihak Pertamina.

“Memang terjadi kenaikan harga, dan di daerah angkanya cukup signifikan, hampir mencapai 20 persen. Untuk LPG 5 kilogram naik sekitar Rp17 ribu, sementara untuk 12 kilogram, harga dasar di dari Rp202 ribu menjadi Rp238 ribu,” jelasnya.

Dinas Perdagangan mengimbau kepada masyarakat yang mampu serta pelaku usaha menengah dan besar agar tetap disiplin menggunakan gas nonsubsidi. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga agar kuota LPG 3 kilogram tetap tepat sasaran bagi masyarakat kurang mampu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....