Rencana Aksi Penambang Timah di Beltim Dibatalkan

  • 03 Agt 2026 22:11 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Belitung Timur – Rencana aksi penyampaian aspirasi Aliansi Penambang Timah Belitung Timur terkait tuntutan kenaikan harga biji timah yang awalnya akan digelar pada Rabu 5 Agustus 2026 resmi dibatalkan. Keputusan tersebut diumumkan dalam konferensi pers di Manggar, Senin, 3 Agustus 2026 sore.

Ketua Penanggung Jawab Aksi Aliansi Penambang Timah Belitung Timur, Wartha Ade Pramana, mengatakan pembatalan aksi dilakukan setelah tuntutan utama penambang terkait kenaikan harga timah telah dipenuhi. Hasil kesepakatan bersama pihak PT Timah untuk pembelian biji timah OC 72 dengan harga Rp170 ribu per kilogram.

"Kami resmi membatalkan aksi pada 5 Agustus 2026. Sejak awal tujuan kami hanya satu, yaitu memperjuangkan harga. Hari ini harga yang kami perjuangkan sudah terpenuhi, sehingga aksi tidak perlu lagi dilaksanakan," ujar Wartha Ade Pramana.

Ia menegaskan keputusan tersebut murni diambil karena tuntutan telah dipenuhi, bukan karena adanya intervensi ataupun kepentingan dari pihak tertentu. Ade juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Belitung Timur, DPRD, PT Timah, serta seluruh pihak yang telah memfasilitasi dialog sehingga aspirasi penambang dapat tersampaikan dengan baik.

Sementara itu, Department Head Pengawas Produksi (Wasprod) PT Timah Tbk Wilayah Belitung Timur, Okta Pramono, memastikan harga pembelian pasir timah OC sebesar Rp170 ribu per kilogram telah diberlakukan di delapan stasiun pengumpul mitra PT Timah yang tersebar mulai dari Desa Mempaya hingga Simpang Pesak.

"Seluruh stasiun pengumpul mitra PT Timah saat ini telah beroperasi dan siap menerima hasil produksi penambang dengan harga yang telah disepakati," katanya.

Ia berharap kesepakatan tersebut dapat menjaga kondusivitas di Belitung Timur sekaligus menjadi langkah awal untuk mendorong perbaikan tata niaga timah dan peningkatan kesejahteraan penambang di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....