Kemenag Bangka Investigasi Kasus Kekerasan Santri

  • 21 Apr 2026 14:02 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangka bergerak cepat menindaklanjuti dugaan kasus kekerasan yang terjadi terhadap seorang santri di Pondok Pesantren Daruul Abror. Langkah investigasi dan mitigasi langsung dilakukan guna memastikan kebenaran informasi serta memberikan perlindungan terhadap korban.

Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Sopianto Suwari menyebutkan, mendapat informasi tersebut pihaknya langsung datang ke Ponpes Daarul Abror dan RSU Mitra Medika Pangkalpinang tempat korban kekerasan AH (16) dirawat.

"Intinya kami sudah mengadakan investigasi dan mitigasi dari pemerintah dalam hal ini kementerian agama tupoksi yang mengurus seksi pendidikan diniyah dan pondok pesantren. Kami langsung turun ke lapangan ke pondok dan korban," kata Sopian, Selasa, 21 April 2026.

Dari pihak korban mengaku pelaku kekerasan lebih dari satu orang pelakunya. Terungkap dari informasi pihak Polda Bangka Belitung ternyata pelaku berjumlah 13 orang.

Pihaknya memberikan saran dan pembinaan kepada pihak ponpes untuk mengevaluasi sistem pengawasan dan standar prosedur prosedur (SOP) yang kurang sehingga perlu dibenahi.

"Katanya ada pengawasan, buktinya ini terjadi. Ini perlu penelaahan ulang, pengkajian ulang OSP organisasi semacam OSIS di pondok ini apakah perlu dibentuk,” ujarnya.

Sementara menanggapi kasus dugaan kekerasan di Ponpes, wali santri Tarmizi menuturkan, agar adanya ketegasan dari pihak pondok pesantren kepada oknum yang melakukan kekerasan terhadap santri.

“Meskipun santri melakukan kesalahan misalnya, senior harus diberikan pemahaman batasan untuk memberikan sanksi kepada santri,” ujar Tarmizi.

Pendidikan yang diajarkan di Ponpes, harus memberikan nilai ibadah bagi santri, bukan justru mengancam keselamatan jiwa santri yang dapat berdampak terhadap mental dan psikologi santri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....