Dinkes Catat Fluktuasi Signifikan Kasus ISPA di Babel
- 21 Sep 2026 15:58 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatat sebanyak 73.167 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) kategori semua umur di Babel dari Januari-Agustus 2026.
Untuk itu Dinkes Babel mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kesehatan akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Meiristia, mengatakan, paparan kabut asap berisiko tinggi memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit penyerta (komorbid).
"Seiring dengan sering terjadinya kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau, kami menghimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan agar tidak terdampak paparan asap karhutla," ujar Meiristia, Senin 21 September 2026.
Untuk meminimalkan dampak buruk polusi udara dan asap karhutla, Meiristia membagikan sejumlah langkah preventif yang perlu diterapkan oleh masyarakat yakni selalu periksa kondisi udara sebelum beraktivitas di luar rumah. Jika udara berasap atau kurang sehat, wajib menggunakan masker saat keluar rumah.
“Kemudian hindari paparan asap rokok dan sumber polusi udara lainnya agar tidak memperberat beban saluran pernapasan. Perbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi di cuaca panas, serta konsumsi makanan bergizi seimbang,” katanya.
Sementara itu, anak-anak/balita, ibu hamil, lansia, dan pemilik penyakit penyerta harus mendapatkan perlindungan ekstra. Jika mengalami gejala seperti batuk berdahak, sesak napas, nyeri dada, atau mata perih, segera mendatangi Puskesmas, klinik, atau rumah sakit terdekat untuk penanganan medis.
Meiristia menegaskan kesehatan masyarakat sangat bergantung pada kualitas lingkungan sekitar. Oleh karena itu, kesadaran bersama untuk tidak melakukan tindakan yang memicu karhutla menjadi kunci utama pengendalian kasus pernapasan di Bangka Belitung.
"Kondisi lingkungan yang sehat dan baik akan berpengaruh langsung terhadap kesehatan keluarga kita. Mari kita cegah karhutla dan lindungi kesehatan kita bersama," katanya.
Berdasarkan catatan BPBD sejak Januari hingga 16 September, terdata sebanyak 780 titik kebakaran di Bangka Belitung dengan total luas area terbakar mencapai sekitar 1.700 hektar. Pada puncak kemarau, kemunculan titik kebakaran bahkan sempat menyentuh angka 300 titik dalam sehari.
“Meski sebaran lokasinya cukup banyak dan menguras tenaga petugas di lapangan, seluruh titik api berhasil diatasi karena luas area per kejadian tergolong relatif kecil,” kata Agus.
Data Kasus ISPA Bangka Belitung (Januari – Agustus 2026)
Berdasarkan data NAR ISPA Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung per 15 September 2026, akumulasi penderita ISPA di seluruh kabupaten/kota se-Bangka Belitung terus mengalami fluktuasi yang signifikan sejak awal tahun.
Secara akumulatif tingkat provinsi, total kasus ISPA (Semua Umur) tercatat mencapai 73.167 kasus dalam periode Januari hingga Agustus 2026, di mana 20.873 kasus di antaranya menyerang balita.
- Trend Bulanan Tingkat Provinsi (Januari – Agustus 2026)
Januari: 11.203 kasus (Balita: 2.620)
Februari: 9.686 kasus (Balita: 2.408)
Maret: 8.481 kasus (Balita: 2.330)
April: 10.209 kasus (Balita: 2.794)
Mei: 9.035 kasus (Balita: 2.758)
Juni: 9.616 kasus (Balita: 2.763)
Juli: 9.456 kasus (Balita: 2.653)
Agustus: 9.713 kasus (Balita: 2.537) - Rincian Kasus ISPA per Kabupaten/Kota (Agustus 2026)
Pada bulan Agustus 2026, wilayah dengan angka penderita ISPA terbanyak dipimpin oleh Kabupaten Bangka dan Kabupaten Bangka Tengah:
Kabupaten Bangka: 2.023 kasus (Balita: 630)
Kabupaten Bangka Tengah: 2.067 kasus (Balita: 477)
Kota Pangkalpinang: 1.350 kasus (Balita: 366)
Kabupaten Bangka Barat: 1.279 kasus (Balita: 356)
Kabupaten Belitung: 1.239 kasus (Balita: 260)
Kabupaten Bangka Selatan: 921 kasus (Balita: 221)
Kabupaten Belitung Timur: 834 kasus (Balita: 227)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....