RRI Berlakukan WFH bagi Pegawai non-Operasional
- 10 Apr 2026 20:37 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat — RRI Sungailiat mulai melaksanakan Work From Home (WFH) Jumat, 10 April 206. Hal itu berlaku setiap Jumat, mengacu pada Nota Dinas Nomor: ND-581 tertanggal 6 April 2026, surat elektronik yang ditandatangani Dirut LPP RRI, I Hendrasmo.
Nota Dinas itu terbit menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara di Instansi Pemerintah Dalam Rangka Mendukung Percepatan Transformasi Tata Kelola Penyelenggaraan Pemerintahan.

Penyiar RRI melaksanakan tusinya, sementara yang nonoperasional WFH, Jumat, 10 April 2026 (Dok: RRI)
"Semua yang WFH ( kerja di rumah) tetap melakukan presensi melalui epresensi jam masuk pukul 07:30 dan pulang pukul 16:00, dengan pakaian bebas pantas dan sopan," kata Feri Bastian, PIC epresensi RRI Sungailiat.
Pegawai ASN RRI yang menjalani WFH, Bowo, mengatakan kondisi kerja dari rumah memberikan suasana yang berbeda dibandingkan di kantor. Ia pun berupaya menggunakan waktu di rumah untuk mengerjakan tusinya di urusan kepegawaian.
"Kalau di rumah memang lingkungan lebih tenang dan stres lebih rendah. Tapi kalau dibilang lebih nyaman sepenuhnya, kurang juga — apalagi yang sudah punya anak kecil, pasti harus tetap menjaga anak," ujar Bowo.
Untuk memastikan target kerja tetap tercapai selama WFH, Bowo menyebut komunikasi dan manajemen waktu menjadi kunci utama. Karena itu, koordinasi dan komunikasi masih dilakukan dengan atasan dan rekan kerja lainnya.
"Yang paling penting adalah meningkatkan komunikasi dengan atasan dan rekan kerja agar progres harian dan deadline tetap bisa terselesaikan, serta mengatur manajemen waktu dengan baik," katanya.

Reporter dan operator teknik studio menjalankan tusinya di Silang Jumat, 10 April 2026, sementara yang nonoperasional WFH. (Dok: RRI)
Sementara itu, Bagas yang bertugas sebagai driver tetap hadir di kantor untuk mendukung kelacaran operasional. Karena WFH tidak diberlakukan kepada dia, non-ASN outsourcing (alih daya).
"Kalau saya tetap siaga di kantor seperti biasa karena kendaraan dinas masih digunakan untuk kebutuhan operasional, termasuk antar-jemput perlengkapan siaran atau penugasan ke lapangan. Walaupun kantor lebih sepi, bagian driver tetap harus siap kalau ada kebutuhan mendadak," kata Bagas. (Diaz Steffi Zinta/Inpalas)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....