Dinkes Belitung Dorong Pencegahan Campak Melalui Imunisasi
- 10 Apr 2026 13:56 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Belitung - Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung mencatat sebanyak 14 kasus suspek campak. Meski demikian, hingga kini belum ditemukan kasus campak yang terkonfirmasi positif di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung, dr. Ikhwan Gusnadi mengatakan, kemunculan kembali campak dapat terjadi akibat rendahnya cakupan imunisasi dan adanya penolakan imunisasi dari sebagian masyarakat.
Menurutnya, di era keterbukaan informasi saat ini, petugas kesehatan tidak bisa lagi memaksakan imunisasi seperti pada masa lalu. Sementara masih ditemukan kasus anak-anak sekolah yang menolak imunisasi.
"Ini menjadi potensi munculnya kembali penyakit yang sebelumnya kita anggap sudah tidak ada," kata dr. Ikhwan, saat berdialog di RRI Belitung, Jumat (10/4/2026).
Ia menjelaskan, dalam istilah kesehatan kondisi tersebut disebut sebagai infeksi emerging, yakni penyakit yang sempat menghilang namun kembali muncul. Ia mencontohkan kejadian di Sumenep, Madura, di mana banyak masyarakat tidak melakukan imunisasi sehingga kasus campak meningkat.
"Kita tentu tidak ingin hal seperti itu terjadi di Belitung, ujarnya.
Ia menegaskan, campak dapat dicegah melalui imunisasi. Untuk mencegah penularan, cakupan imunisasi minimal harus mencapai 95 persen.
Namun saat ini cakupan imunisasi di Kabupaten Belitung masih berada di angka sekitar 86 persen. Kondisi itu dinilai masih rawan mengingat Belitung merupakan daerah yang banyak menerima kunjungan masyarakat dari luar daerah.
"Ini yang menjadi perhatian karena potensi penularan tetap ada," ucapnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung terus mendorong peningkatan cakupan imunisasi melalui pelayanan di posyandu, puskesmas, sekolah, hingga dokter praktik mandiri. Selain itu, promosi kesehatan juga diperkuat agar masyarakat lebih memahami pentingnya imunisasi.
Sementara itu, salah seorang warga Tanjungpandan, Ardona, mendukung langkah Dinas Kesehatan dalam meningkatkan cakupan imunisasi sebagai upaya pencegahan campak.
Menurutnya, imunisasi menjadi perlindungan penting bagi anak-anak agar terhindar dari penyakit menular yang berbahaya.
"Kalau menurut saya imunisasi itu penting, apalagi untuk anak-anak. Jangan sampai nanti sudah ada kasus baru kita panik. Lebih baik dicegah dari sekarang," kata Rina.
Ia juga berharap masyarakat tidak mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya, dan lebih mendengarkan penjelasan dari tenaga kesehatan.
"Kadang orang tua takut karena baca informasi macam-macam di media sosial. Padahal kalau tanya langsung ke puskesmas pasti dijelaskan. Saya dukung kalau pemerintah terus sosialisasi supaya orang tua sadar," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....