Harga Seledri Anjlok, Petani di Desa Zed Harap Ada Kenaikan
- 09 Mar 2026 06:16 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat – Harga seledri yang dijual petani di Desa Zed mengalami penurunan tajam dalam dua minggu terakhir. Jika sebelumnya seledri bisa dijual hingga Rp50.000 per kilogram, kini harganya turun menjadi sekitar Rp15.000 per kilogram. Penurunan harga ini membuat para petani mengeluhkan berkurangnya pendapatan dari hasil panen mereka.
Salah satu petani seledri di Desa Zed, Hermanto, mengatakan penurunan harga sangat terasa karena panen dilakukan secara rutin setiap minggu. Hasil panen yang biasanya mampu memberikan pemasukan cukup, kini dinilai tidak sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan selama masa perawatan tanaman.
“Sekarang harga seledri turun jauh, dari Rp50.000 per kilo sekarang hanya sekitar Rp15.000. Padahal kami panen seminggu sekali, jadi penurunan ini sangat terasa bagi petani,” ujar Hermanto saat ditemui di kebunnya.
Hermanto menjelaskan, hasil panen seledri biasanya dijual kepada pedagang pengepul yang datang langsung ke Desa Zed. Dari pengepul tersebut, seledri kemudian didistribusikan kembali ke pasar. Namun dalam dua minggu terakhir, pengepul hanya berani membeli dengan harga yang jauh lebih rendah dari biasanya.
Ia menduga turunnya harga juga dipengaruhi oleh menurunnya daya beli masyarakat. Kondisi ini membuat permintaan terhadap sayuran, termasuk seledri, tidak sebanyak sebelumnya sehingga berdampak pada harga jual di tingkat petani.
Selain itu, Hermanto juga mengungkapkan bahwa selama musim kemarau lalu para petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyiram tanaman. Penyiraman membutuhkan bahan bakar minyak (BBM) untuk mengoperasikan pompa air sehingga biaya produksi menjadi lebih tinggi.
“Harapan kami tentu saja harga seledri bisa naik lagi. Setidaknya supaya ada pemasukan untuk petani dan bisa menutupi biaya yang sudah dikeluarkan, apalagi kemarin saat kemarau kami banyak keluar biaya untuk BBM penyiraman. Baru dua minggu terakhir ini saja mulai turun hujan,” katanya.
Sementara itu, pedagang sayuran di Pasar Betuah Sungailiat, Poppy, mengatakan harga seledri di tingkat pedagang juga menyesuaikan dengan harga dari pengepul.
“Sekarang kami jual sekitar Rp25.000 per kilo. Biasanya bisa lebih mahal, tapi karena harga dari pengepul juga turun, jadi kami menyesuaikan saja,” ujar Poppy.
Ia menambahkan, meskipun harga mengalami penurunan, permintaan seledri dari pembeli di pasar masih relatif stabil karena sayuran tersebut sering digunakan sebagai pelengkap berbagai jenis masakan, biasanya masyarakat membeli sedikit sedikit sesuai kebutuhan.
Poppy menambahkan biasanya kalau sudah mendekati lebaran permintaan daun sop lebih banyak dari biasanya untuk tambakan pelengkap menu lebaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....