DPMD Bangka Gerakkan Desa Inovatif Atasi Efisiensi 2026

  • 28 Feb 2026 09:55 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bangka menggerakkan pemerintahan desa menyusun langkah-langkah inovatif dalam menghadapi kebijakan efisiensi anggaran tahun 2026. Upaya ini dilakukan guna memastikan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa tetap berjalan optimal meski dengan pengelolaan anggaran yang lebih selektif.

Kepala DPMD Bangka Dalyan Amrie mengatakan, efisiensi bukan berarti mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat, melainkan mendorong desa untuk lebih kreatif dan tepat sasaran dalam merancang program.

Perencanaan yang berbasis kebutuhan prioritas dinilai menjadi kunci agar setiap rupiah anggaran desa memberikan dampak nyata.

“Desa perlu menyusun skala prioritas, mengurangi belanja yang kurang produktif, serta mengoptimalkan potensi lokal sebagai sumber pendukung pembangunan,” ujarnya, Sabtu, 28 Februari 2026.

DPMD juga mendorong desa untuk mengembangkan inovasi berbasis potensi wilayah, seperti penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pemanfaatan aset desa, serta peningkatan partisipasi swadaya masyarakat. Dengan strategi tersebut, desa diharapkan mampu menjaga stabilitas pembangunan tanpa ketergantungan penuh pada penambahan anggaran.

Selain pembinaan, DPMD Bangka akan meningkatkan monitoring dan evaluasi terhadap perencanaan serta realisasi APBDes 2026. Pendampingan ini bertujuan memastikan setiap kebijakan efisiensi tetap sesuai regulasi dan tidak menghambat program prioritas nasional maupun daerah.

Melalui gerakan desa inovatif ini, Pemerintah Kabupaten Bangka optimistis seluruh desa dapat beradaptasi dengan kebijakan efisiensi 2026 sekaligus memperkuat kemandirian dan ketahanan ekonomi masyarakat desa.

“Kita telah membuat perencanaan skala prioritas pembangunan desa sesuai kemampuan desa, jika melebihi anggaran yang ada, kami menggunakan dana usaha desa,” kata Kades Paya Benua Kabupaten Bangka Adeham.

Namun sejumlah kegiatan, terutama seremonial dan yang bersifat sosialisasi lebih di efisienkan sehingga tidak membebankan anggaran desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....